konferensi pers di Halaman Pemkab Kediri (Neha Hasna Maknuna)

Meski Kabupaten Kediri Dilumpuhkan, Mas Dhito Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

KEDIRI – Kerusuhan pasca aksi kerusuhan pada Sabtu malam terbukti telah melumpuhkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Kediri. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengungkapkan bahwa kerusakan parah terjadi di sejumlah kantor pemerintahan dan fasilitas publik, termasuk Kantor Pemerintah Kabupaten, gedung DPRD dan Kantor Samsat Katang.

Dalam konferensi pers di halaman pemkab pada Minggu (31/8). Mas Dhito sapan akrab Bupati Kediri, didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim 0809 Kediri, Letkol Inf. Ragil Jaka Utama. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menjelaskan, bahwa beberapa gedung, aset, data arsip, dan inventaris hilang akibat kebakaran dan penjarahan.

“Kejadian tadi malam mengakibatkan beberapa gedung, aset, data arsip, inventaris hilang karena kebakaran dan dijarah oleh oknum,” ujarnya.

Kerusakan juga meluas ke 18 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beberapa kantor polisi. Mas Dhito menyebut beberapa kantor yang terdampak parah, antara lain kantor bupati dan wakil bupati, Museum Bhagawanta Bari, Kesbangpol, Inspektorat, dan sejumlah dinas lainnya.

“Kami masih terus menginventarisir apa saja yang hilang, terbakar, atau rusak,” katanya.

Mas Dhito  juga menyoroti kerusakan pada museum, di mana fragmen kepala Ghanesa, koleksi wastra kain batik, miniatur lumbung, dan arca Bodhisattva hilang atau rusak. Ia meminta para pelaku untuk mengembalikan benda-benda bersejarah tersebut.

“Ini peninggalan benda bersejarah, cagar budaya, mohon bagi oknum-oknum yang mungkin merasa mengambil, silakan dikembalikan,” imbuhnya.

Meskipun dalam kondisi lumpuh, Bupati Kediri menegaskan bahwa pelayanan publik akan tetap berjalan normal, terutama di bidang kesehatan, kependudukan, dan catatan sipil.

“Besok (Senin) aktivitas kegiatan bekerja tetap berjalan, memang ada keterbatasan dari segi tempat, dari segi sarana dan prasarana,” jelasnya.

Menanggapi insiden kerusuhan, Kapolres Kediri menyatakan, bahwa pihaknya telah mengamankan 123 orang di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Ngasem, Gurah, Pare, Plemahan, dan Papar. Para pelaku yang diamankan terlibat dalam pengerusakan, pembakaran, dan penjarahan fasilitas umum.

“Dari kepolisian telah mengamankan sejumlah 123 orang. Usianya bervariasi, baik anak di bawah 18 tahun dan juga dewasa, termasuk satu orang wanita,” kata AKBP Bramastyo.

Ia menambahkan bahwa para pelaku terdiri dari siswa SMP, SMA, dan bahkan siswa pondok. Kapolres mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka.

“Mengingat bahwa catatan kriminal akan berdampak pada masa depan anak-anak tersebut,” terangnya.

Terdapat 3 polsek yang dinyatakan lumpuh yaitu, polsek Ngasem, polsek Kepung, dan polsek Gampengrejo. Dandim Kediri menegaskan bahwa TNI akan selalu siap membantu pemerintah daerah dalam menjaga keamanan.

“Yang lalu berlalu biar berlalu, tapi kami pastikan dengan Bapak Kapolres situasi kamtibmas saat ini aman terkendali. Roda pemerintahan akan tetap berjalan dan roda perekonomian pun tetap berjalan,” ujarnya.

​Letkol Ragil juga menekankan bahwa TNI siap 100% untuk memberikan bantuan kepada pihak kepolisian dalam menjaga situasi keamanan di Kabupaten Kediri.

Jurnalis : Neha Hasna Maknuna