Foto : Anisa Fadila

Menuju Kediri Mapan, Kader Setonopande Diperkuat Pelatihan Lingkungan Berkelanjutan

Bagikan Berita :

KEDIRI – Upaya memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat kembali menggeliat di Kelurahan Setonopande. Melalui kegiatan penguatan kompetensi bagi LKK dan kader kelurahan yang digelar Selasa (18/11), aula kelurahan berubah menjadi ruang konsolidasi semangat dan komitmen bersama demi terwujudnya program Kediri Mapan 2025.

Lurah Setonopande, Farida Noviati, menegaskan bahwa para kader adalah garda terdepan pemberdayaan masyarakat—mereka yang bekerja paling dekat dengan warga dan menjadi penghubung utama antara program pemerintah dan kebutuhan riil di lapangan. Karena itu, pelatihan ini dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membangkitkan kembali motivasi, memperkuat karakter, dan menanamkan cara pikir baru agar kader mampu menghadirkan perubahan yang terasa nyata.

“Tujuan acara ini bukan sekadar meningkatkan motivasi, tetapi juga memastikan para kader mampu mengintegrasikan dua program penting—Zero Waste dan urban farming—yang menjadi bagian dari Sapta Cipta Mbak Wali demi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Novi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kedua program tersebut sangat relevan bagi karakter Setonopande yang berada di kawasan perkotaan dengan ruang yang terbatas. Karena itu, kreativitas dalam mengelola ruang sempit melalui konsep urban farming dianggap menjadi kunci penguatan ketahanan lingkungan dan kemandirian warga.

“Setonopande ini wilayah perkotaan, jadi kami berharap lahan yang ada dapat dimaksimalkan lewat urban farming,” tuturnya.

Tumbuhkan Aktivitas Produktif

foto : Anisa Fadila

Dari masyarakat, dukungan serupa datang dari Ketua LPMK Setonopande, Eko Supriyadi. Ia memandang pelatihan ini sebagai peluang untuk menumbuhkan lebih banyak aktivitas produktif di tingkat warga—khususnya bagi para ibu-ibu yang selama ini menjadi penggerak utama berbagai kegiatan lingkungan dan sosial.

Menurutnya, pengalaman urban farming yang sebelumnya berjalan di beberapa titik perlu diperluas agar manfaatnya semakin inklusif dan dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga.

“Manfaatnya besar, terutama bagi ibu-ibu. Selain mengurus rumah tangga, mereka punya kegiatan positif yang mendukung lingkungan. Harapan saya, setelah pelatihan ini, program Zero Waste dan urban farming bisa berjalan lebih sinergis, bukan hanya di tingkat kelurahan tapi sampai RW dan RT,” ujarnya.

Untuk memperkuat pemahaman para kader, tiga narasumber dihadirkan dengan materi yang saling melengkapi. Adri Suyanto, SH, membuka sesi dengan materi penguatan motivasi dan karakter. Narasumber dari DLHKP kemudian menyajikan pemahaman mengenai Zero Waste dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis keberlanjutan. Sesi terakhir disampaikan oleh DKPP, yang menguraikan teknik praktis urban farming hingga pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Melalui rangkaian kegiatan ini, pemerintah kelurahan berharap tercipta sinergi yang semakin kokoh antara LKK, para kader, dan kelurahan sebagai mitra strategis pembangunan lingkungan. Farida optimistis bahwa dengan kapasitas yang semakin matang, para kader dapat menjadi motor penggerak lingkungan bersih, sehat, dan produktif—hal yang sejalan dengan visi besar Kediri Mapan

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :