foto : Anisa Fadila

Menjaga Ingatan, Merawat Peradaban: Museum Daerah Kediri Mulai Dibuka

Bagikan Berita :

KEDIRI – Jejak panjang peradaban Kabupaten Kediri kini mulai dituturkan kembali lewat soft opening Museum Daerah Kabupaten Kediri, Kamis (25/12), di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Museum ini menjadi simpul awal dari pengembangan Kawasan Budaya Sri Aji Joyoboyo, sebuah ruang yang dirancang untuk merangkai kisah Kediri dari masa silam hingga denyut kehidupan modern.

Museum tersebut dihadirkan bukan sekadar sebagai tempat menyimpan artefak, melainkan sebagai ruang bertutur—mengajak pengunjung menyelami perjalanan panjang Kediri yang telah melampaui satu milenium.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa pembukaan ini masih merupakan langkah awal. Sejumlah penyempurnaan masih diperlukan, terutama dalam merapikan alur pamer dan narasi sejarah agar pesan yang disampaikan mampu membangun pemahaman mendalam bagi setiap pengunjung.

“Museum ini akan menjadi wisata unggulan Kabupaten Kediri. Saya akan menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan agar seluruh siswa datang ke sini. Anak-anak jangan hanya sibuk membuka media sosial, mereka harus mengenal akar budaya dan sejarah tanah kelahiran mereka—Kabupaten Kediri, tanah tertua di Jawa Timur,” ujarnya.

Kesadaran itulah yang melatarbelakangi kehadiran museum ini. Kabupaten Kediri menyimpan perjalanan sejarah yang amat panjang, tercatat telah berusia 1.221 tahun. Warisan masa lalu tersebut tidak cukup hanya dipamerkan, melainkan harus terus diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

Ruang-ruang pamer museum merekam kisah kehidupan manusia sejak masa awal. Dari kemampuan masyarakat kuno menyimpan air, memasak nasi, hingga menyusun batu bata. Cerita itu kemudian berlanjut pada masa kerajaan, sampai era industri yang ditandai dengan berdirinya pabrik gula di Badas—semuanya dirangkai dalam satu alur sejarah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa soft opening ini merupakan bagian dari proses panjang pengembangan museum sesuai dengan master plan kawasan budaya.

Menurutnya, museum dirancang tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai motor penggerak budaya dan pariwisata. “Museum ini diarahkan menjadi pusat cultural tourism, yang mendukung pelestarian budaya, edukasi, keamanan benda bersejarah, sekaligus berkontribusi pada perekonomian daerah melalui PAD,” jelasnya.

Pengembangan kawasan museum masih dilakukan secara bertahap. Dari total luas hampir lima hektare, saat ini baru sebagian kecil yang dimanfaatkan. Begitu pula dengan koleksi, dari sekitar 190 artefak yang dimiliki, baru sekitar 50 artefak yang dipamerkan, dengan fokus utama pada koleksi arkeologika.

Ke depan, museum ini akan memperkaya pameran dengan koleksi etnologika, termasuk kesenian tradisional seperti wayang, jaranan, dan berbagai ekspresi budaya lokal lainnya. Penyempurnaan interior dan eksterior kawasan pun terus dikebut hingga museum siap dibuka secara penuh.

Museum Sri Aji Joyoboyo Kabupaten Kediri direncanakan dapat dikunjungi masyarakat secara gratis setiap hari, kecuali Senin, mengikuti ketentuan operasional museum pada umumnya.

Bagikan Berita :