KEDIRI – Sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati Hari Buruh Internasional, Pemerintah Kota Kediri menggelar acara penyerahan santunan jaminan kematian dan beasiswa pendidikan. Diterima langsung para ahli waris dan anak-anak dari pekerja rentan yang telah meninggal dunia.
Acara di atas bertempat di Halaman Kantor Dinas Koperasi UMTK Kota Kediri, Jumat (02/05). Kegiatan ini didukung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri.
Sebanyak 12 ahli waris santunan jaminan kematian, masing-masing menerima sebesar Rp42 juta. Selain itu, diberikan pula beasiswa senilai total Rp174 juta kepada anak-anak pekerja yang orang tuanya meninggal dunia. Diharapkan mampu mendukung melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda Prameswati menyampaikan harapan. Dibalik kegiatan pemberian bantuan diharapkan meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan keluarganya. Juga untuk membuka ruang bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah secara langsung.
“Kami berharap santunan dan beasiswa ini menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendorong terciptanya kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja dan keluarga mereka,” ungkap Mbak Wali sapaan akrabnya.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri, Muhammad Abdul Rohman Sholih menyampaikan. Bahwa kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa melihat langsung manfaat nyata dari program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami hadirkan perwakilan penerima manfaat agar masyarakat tahu bahwa program ini benar-benar memberikan perlindungan sosial. Beasiswa jiga diberikan kepasa 2 anak ahli waris namun diberikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan,” ujar Rohman.
Berdasarkan data, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Kediri saat ini telah mencapai sekitar 55 persen, atau sekitar 55.000 pekerja. Kota Kediri kini menjadi salah satu kota dengan cakupan tertinggi ketiga di Jawa Timur. Sejak tiga tahun terakhir, Pemkot Kediri juga telah membiayai iuran BPJS bagi para pekerja rentan, yang jumlahnya meningkat dari 9 ribu menjadi lebih dari 11 ribu pada tahun ini.
Jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









