KEDIRI – Sesuai jadwal telah disusun hingga 3 April mendatang, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kediri menggelar Operasi Gerakan Pangan Murah. Acara didukung Bulog dan Sinergi Gula Nusantara (SGN), kali ini digelar di Halaman Kantor Kecamatan Puncu, Senin (04/02).
Warga setempat pun sejak pagi telah hadir dan menyambut rombongan kendaraan membawa bahan pokok berupa beras, gula pasir, minya goreng, telur dan cabe.
Diterangkan plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih. Bahwa kegiatan ini sesuai arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana untuk menekan terjadinya inflasi di Kabupaten Kediri.
“Dalam waktu 2 jam beras 8 ton sudah habis diserbu masyarakat. Masyarakat masing-masing boleh membeli sampai 2 pack atau 10 kg,” jelas Tutik Purwaningsih melalui Arbai selaku Kabid Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan.
Jadwal Operasi Gerakan Pangan Murah
Adapun beras diantara komoditas yang diserbu warga Puncu. Dimana beras SPHP 5 kg dijual dengan harga Rp. 52 ribu dan masing-masing dibatasi maksimal 10 kg sesuai data KTP. Gula pasir per/kg dijual Rp. 15,5 ribu, minyak goreng Rp. 14,5 ribu / liter, telur Rp. 28 ribu /kg, cabai Rp. 10 ribu / kg. Selain itu juga disediakan dagangan berupa bawang merah, bawang putih, daging, sosis, nuget, madu dan anek produk UKM lainnya.
“Yaa alhamdulillah senang karena ada bantuan pasar murah. Biasanya kalau di pasar harganya 70 ribu, tpi disini 50 ribuan. Bisa menghemat 20 ribu,” jelas Paikem warga setempat, usai menebus 10 kg beras.
Sesuai arahan Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri, disampaikan Arbai operasi pasar murah ini diharapkan mampu menekan harga beras di pasaran. Apalagi mulai bulan ini, memasuki masa panen padi.
“Maret sudah mulai panen di beberapa titik. Jadi regional jatim sudah mulai ada panenan. Harga gabah juga sudah mulai turun. Periode Januari sampai Pebruari, harga gabah kering di harga 8,4 ribu per kilo, sekarang 7,5 perkilo. InsyaAllah akan ada penurunan tapi kita harapkan penurunannya tidak sampai merugikan petani,” jelasnya
Kabid Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan, juga menghimbau warga Kabupaten Kediri untuk tidak panik. Meskipun menjelang hari besar seperti Ramadhan dan hari raya. Bahwa jumlah pasokan beras di Kediri masih tergolong aman
“Dihimbau masyarakat agar tidak panic, stok beras masih aman dan harga beras akan segera turun mengingat ini menjelang panen. Untuk stock beras di bulog ada 17 ribu ton. Kemudian di penggilingan dan gudang ada 13 ribu ton. Jadi di Kabupaten Kediri ada 30 ribu ton. Menurut perhitungan kami, sampai lebaran haji masih mencukupi. Kebutuhan kita untuk 1,6 juta warga diperlukan 9,8 ribu ton perbulan,” ungkapnya
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :










