KEDIRI – Senyum bangga terpancar dari wajah Eriani Annisa Hanindhito, atau yang akrab disapa Mbak Cicha, saat menghadiri Wisuda Stikes Pamenang 2025. Di balik toga dan kebahagiaan para lulusan, terselip harapan besar: lahirnya generasi baru tenaga kesehatan yang siap mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Kediri.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Kabupaten Kediri itu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri melalui program Beasiswa Calon Tenaga Kesehatan Kabupaten Kediri (Becak Kari) telah memberikan dukungan kepada 52 mahasiswa D3 Keperawatan Stikes Pamenang tahun ini.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tapi bentuk kepercayaan. Kami berharap, para penerima mampu membawa dampak besar bagi pelayanan kesehatan di masa depan,” tutur Mbak Cicha, Rabu (5/11/2025).
Ia menekankan bahwa lulusan Stikes Pamenang diharapkan menjadi tenaga kesehatan yang tak hanya terampil, tetapi juga berjiwa empati dan siap menghadapi tantangan pelayanan medis yang kian kompleks.
“Semoga lulusan Stikes Pamenang bisa memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya penuh optimisme.
Selain mencetak lulusan unggul, Mbak Cicha juga menyoroti pentingnya menjaga mutu dan tata kelola pendidikan sebagai fondasi keberlanjutan kampus. Komitmen itulah yang membawa Stikes Pamenang meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaik peringkat ke-2 di Jawa Timur, yang diberikan oleh LLDikti Wilayah 7 Surabaya pada 31 Oktober 2025.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Stikes Pamenang yang telah menunjukkan kemajuan luar biasa. Penghargaan ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar istri Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, itu dengan nada penuh semangat.
Di hadapan para wisudawan yang bersiap melangkah ke dunia kerja, Mbak Cicha menitipkan pesan lembut namun mengena: untuk terus adaptif terhadap kemajuan zaman dan bekerja bukan hanya keras, tapi juga cerdas dan berkesadaran.
“Percayalah pada law of attraction. Apa yang kalian yakini dengan sungguh-sungguh, akan membuahkan hasil yang baik,” pesannya, disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Momen wisuda itu menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan — ia menjelma menjadi perayaan dedikasi dan harapan. Di tengah dunia yang terus berubah, Stikes Pamenang hadir sebagai ladang tempat tumbuhnya tenaga-tenaga muda yang tak hanya membawa ilmu, tetapi juga keikhlasan untuk melayani.
Dengan semangat dan keyakinan, mereka melangkah keluar dari aula wisuda — bukan hanya sebagai sarjana, tetapi sebagai penjaga kesehatan dan harapan Kediri di masa depan.
Bagikan Berita :








