KEDIRI – Pagi di Rumah Dinas Wali Kota Kediri terasa berbeda, Jumat (10/10). Udara sejuk berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema lembut, menembus setiap sudut ruangan. Puluhan huffaz—para penghafal Al-Qur’an dari berbagai penjuru—hadir dalam kegiatan Sema’an Al-Qur’an, membawa suasana penuh khidmat dan kesejukan batin.
Kali ini, kegiatan semaan tidak berlangsung di Masjid Al Binaa’i seperti biasanya, melainkan berpindah ke rumah dinas Wali Kota. Langkah ini menjadi awal tradisi baru yang sarat makna, simbol dari upaya menanamkan nilai-nilai Qur’ani hingga ke jantung kehidupan masyarakat Kediri.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menegaskan bahwa semaan bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bentuk ikhtiar kolektif agar cahaya Al-Qur’an senantiasa hidup dan berdenyut di Kota Tahu ini.
“Sema’an Al-Qur’an adalah bagian dari ikhtiar kita, baik secara batin maupun publik. Kami ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai budaya di Kota Kediri. Karena itu, jamaah semaan terus kami hidupkan di berbagai wilayah agar semangat ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Ia pun mengajak warga Kediri untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an di rumah masing-masing. Menurutnya, rumah yang senantiasa dipenuhi lantunan ayat suci akan memancarkan kedamaian, ketenangan, dan keberkahan bagi penghuninya.
“Dengan Al-Qur’an, hati menjadi lapang, segar, dan penuh optimisme. Harapan kami, semaan seperti ini tumbuh di setiap rumah warga—sebagaimana yang kini dimulai dari rumah dinas Mbah Wali,” ujarnya dengan penuh makna.
Senada dengan itu, Hj. Umi Daimah, Koordinator Huffaz Kota Kediri, melihat langkah ini sebagai perluasan makna dakwah Al-Qur’an. Menurutnya, pelaksanaan semaan di rumah dinas membuktikan bahwa dakwah tidak terbatas pada tembok masjid, melainkan bisa bersemi di rumah dan lingkungan terdekat.
“Biasanya semaan diadakan di Masjid Al Binaa’i, tapi kali ini di rumah dinas suasananya lebih hangat, penuh kebersamaan. Apalagi dengan iringan hadrah, suasananya terasa hidup dan menyentuh,” katanya.
Sebanyak 118 huffaz tercatat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama menebar cahaya Al-Qur’an dari ayat ke ayat, dari hati ke hati. Hj. Umi Daimah berharap semaan di rumah dinas ini dapat menjadi agenda rutin yang membawa keberkahan, sekaligus memperkuat peran rumah dinas sebagai ruang religius dan musyawarah umat.
Melalui kegiatan penuh makna ini, Pemerintah Kota Kediri meneguhkan komitmennya untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sema’an bukan hanya sebuah acara, melainkan napas spiritual yang ingin menjadikan Kediri sebagai kota yang guyub, rukun, damai, agamis, dan selalu ngangeni.









