KEDIRI – Di tengah sejuknya udara pagi Masjid Darus Sa’adah, Kelurahan Bandar Kidul, semangat hijau generasi muda menyala melalui gelaran Jambore Go Green Remaja Masjid Kota Kediri 2025, Minggu (30/11). Ratusan remaja masjid dari berbagai sudut kota datang dengan niat yang sama: menanam kebaikan, menebar kepedulian, dan merawat bumi sebagai bagian dari pantulan iman.
Di era ketika persoalan lingkungan kian terasa nyata, jambore ini hadir sebagai ruang belajar sekaligus ajakan bergerak bersama. Para peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya melindungi alam, tetapi juga langsung terjun dalam aksi-aksi nyata yang meneguhkan komitmen mereka. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menumbuhkan kepedulian ekologis sejak dini.
“Kita ingin generasi muda memiliki kesadaran dan komitmen kuat untuk menjaga bumi, khususnya Kota Kediri,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan seperti potensi banjir menjadi pengingat bahwa kota membutuhkan lebih banyak pepohonan dan aksi nyata. Karena itu, penanaman pohon dan edukasi lingkungan dalam jambore ini menjadi bagian penting dari upaya bersama mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Penggagas kegiatan sekaligus Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menegaskan bahwa tema “Peduli Iman dan Peduli Alam” dipilih untuk menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: keimanan tak bisa dipisahkan dari tanggung jawab merawat ciptaan Tuhan.
Remaja hari ini, lanjut Imam, adalah wajah masa depan. Dua puluh tahun mendatang, merekalah penjaga amanah bangsa, terlebih saat Indonesia memasuki gerbang Indonesia Emas 2045. Karena itu, menanam kepedulian, membentuk karakter, dan memperkuat solidaritas harus dimulai sejak sekarang.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menguatkan kembali soliditas remaja masjid, sekaligus menghadirkan aktivitas positif yang berhubungan dengan lingkungan,” ungkapnya.
Hampir 300 peserta hadir setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, datang dari sekolah, komunitas remaja masjid, serta berbagai wilayah di Kota Kediri. Mereka mengikuti rangkaian aktivitas edukatif yang dirancang menyenangkan sekaligus bermanfaat: mulai dari pelatihan membuat eco-enzym, pemanfaatan kompos, penanaman pohon, hingga lomba dai bertema lingkungan.
Untuk kegiatan penghijauan, panitia memilih pohon mangga varietas Kiojay—jenis yang sudah produktif dan diperkirakan mulai berbuah dalam setahun, seakan menjadi simbol manisnya hasil dari setiap langkah kebaikan.
Imam menambahkan, Jambore Go Green berawal dari aspirasi warga Mojoroto yang kemudian difasilitasi oleh Pemerintah Kota Kediri. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan atau dua tahunan—sebuah gerakan berkelanjutan yang lahir dari, digerakkan oleh, dan ditujukan untuk generasi muda.









