foto : Anisa Fadila

Langit Cerah di Atas Spenesa: Jejak 75 Tahun Perjalanan Humanis dan Kembalinya Sang Alumni Mbak Wali Kota

Bagikan Berita :

KEDIRI – Langit tampak cerah sore itu. Di halaman SMP Negeri 1 Kediri, semarak perayaan dies natalis ke-75 tak hanya menghadirkan nostalgia, tapi juga menyalakan kembali semangat kebersamaan dan kemanusiaan. Dalam suasana penuh sukacita, langkah anggun Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, yang juga alumni sekolah ini, seolah menjadi simbol pulangnya semangat masa lalu yang kini tumbuh menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Di tengah lantunan musik dan tarian budaya siswa, wajah-wajah muda tampak bersinar, memancarkan kebanggaan atas almamater yang telah membentuk begitu banyak kisah dan prestasi. Acara yang digelar di halaman sekolah di Jalan Diponegoro pada Rabu (5/11) itu bukan sekadar peringatan usia, melainkan perayaan perjalanan panjang menuju pendidikan yang progresif, kreatif, dan humanis.

Momen bersejarah itu juga ditandai dengan peresmian lima rumah ibadah lintas agama, sebuah langkah berani dan visioner di tengah dunia pendidikan. Vinanda — atau akrab disapa Mbak Wali — tampak menorehkan senyum hangat ketika memotong pita peresmian, menyimbolkan tekad bersama dalam membangun ruang toleransi dan keberagaman di lingkungan sekolah.

“Tema dies natalis tahun ini sangat luar biasa. Spenesa yang progresif, kreatif, dan humanis mencerminkan tekad untuk terus bergerak maju tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Mbak Wali dengan nada penuh kenangan. Ia bahkan sempat tersenyum mengingat masa-masa duduk di bangku kelas H, dekat kantin yang dulu menjadi tempat favoritnya.

Semangat kemanusiaan itu bukan sekadar kata, tetapi menjelma dalam tindakan nyata. Melalui pembangunan lima rumah ibadah lintas agama, SMPN 1 Kediri menegaskan diri sebagai sekolah yang menanamkan moderasi beragama sejak dini — tempat di mana perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan yang mempersatukan.

“Rumah moderasi ini tidak hanya tempat beribadah,” ujar Mbak Wali menegaskan, “tetapi juga ruang belajar tentang nilai kebersamaan, kasih, dan kebangsaan.”

Kepala SMP Negeri 1 Kediri, Satriyani Widyawati Rahayu, menyampaikan bahwa kehadiran rumah-rumah ibadah ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan karakter spiritual dan sosial siswa.
“Masjid Al-Ikhlas kini bisa menampung hingga seribu siswa setelah direnovasi sejak 2018. Selain itu, kami juga memiliki Pura, Wihara, serta tempat ibadah Kristen dan Katolik di dalam lingkungan sekolah,” ungkapnya bangga.

Tak berhenti di sana, kemeriahan dies natalis ke-75 juga diisi dengan pameran kewirausahaan, pentas seni, dan aksi sosial. Semua kegiatan itu dirancang bukan hanya untuk menghibur, tetapi menumbuhkan karakter mandiri, rasa empati, dan semangat berdaya saing di kalangan siswa.

Di usia yang ke-75 tahun, SMP Negeri 1 Kediri membuktikan bahwa usia bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diisi dengan inovasi dan nilai. Sekolah ini terus menapaki jalan progresif dalam gagasan, kreatif dalam karya, dan humanis dalam tindakan, menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa besar dan penuh toleransi.

Sore pun mulai beranjak. Namun di halaman Spenesa, cahaya matahari yang menembus daun-daun tua seolah menyampaikan pesan sederhana: bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang ilmu, tapi tentang menjadi manusia yang menghargai sesama.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :