foto : Anisa Fadila

Kota Kediri Bergerak Lawan TBC: Semangat Menyala di Hari Kesehatan Nasional

Bagikan Berita :

KEDIRI – Di bawah langit cerah Minggu pagi, kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho berubah menjadi lautan semangat kesehatan. Langkah-langkah warga beriringan dengan tekad yang sama: melawan ancaman senyap bernama tuberkulosis. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menggelar kampanye TOSS TBC – Temukan, Obati, Sampai Sembuh, mengajak seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama menekan penyebaran penyakit menular ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional Kementerian Kesehatan yang digelar serentak di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Di tengah riuhnya warga berolahraga dan menikmati udara pagi, gema pesan kesehatan menggema: deteksi dini dan pengobatan tuntas adalah kunci menuju Kediri Sehat dan Bebas TBC.

Menurut Hendik Suprianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kediri, program TOSS TBC hadir untuk memastikan setiap pasien tidak hanya menemukan penyakitnya, tetapi juga menuntaskan pengobatan hingga sembuh total.

“TOSS TBC berarti Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Di Kota Kediri, setiap tahun rata-rata ada sekitar 1.800 kasus baru. Menariknya, hampir separuh di antaranya berasal dari luar wilayah, terutama Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas lintas daerah membuat Kota Kediri menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Karena itu, CFD dipilih sebagai wadah ideal untuk menjangkau lebih banyak warga, menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi yang tak bisa ditunda.

“Jangan tunggu sampai batuk makin berat baru periksa,” imbuh Hendik. “Hari ini kami padukan kegiatan TOSS TBC dengan CKG atau Cek Kesehatan Gratis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga skrining penyakit tidak menular dan TBC.”

Tanggung Jawab Bersama

foto : Anisa Fadila

Warga pun menyambutnya dengan antusias. Sejak pagi, antrean di stan pemeriksaan terlihat ramai. Di antara mereka, Reymond (40), warga Banjaran, tersenyum lega usai menjalani serangkaian tes kesehatan.

“Saya datang lebih pagi supaya bisa ikut semua pemeriksaan. Hasilnya normal, dan itu bikin tenang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kemeriahan pagi itu tak sekadar tentang olahraga atau hiburan. Ada pesan mendalam yang terselip di setiap pemeriksaan dan tawa ringan warga—pesan tentang pentingnya mengenali tubuh sendiri. Hendik menegaskan, layanan serupa juga tersedia di seluruh Puskesmas Kota Kediri setiap hari, tanpa biaya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tak menyepelekan gejala ringan yang bisa jadi pertanda awal tuberkulosis.
“Batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun, nafsu makan menurun, demam ringan berkepanjangan, atau keringat malam—semua itu sinyal tubuh yang perlu diperhatikan,” tuturnya.

Di tengah riuhnya jalan Dhoho, kampanye TOSS TBC bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi seruan moral: bahwa melawan TBC bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama.

Lewat langkah-langkah kecil seperti pemeriksaan dini dan kepedulian terhadap sesama, Kediri sedang menulis bab baru dalam perjuangan kesehatan warganya—bab tentang kesadaran, kebersamaan, dan harapan menuju kota yang benar-benar bebas dari tuberkulosis.

“Temukan, Obati, Sampai Sembuh” bukan sekadar slogan, tapi janji untuk menjaga kehidupan tetap bernafas dengan utuh.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :