foto : Anisa Fadila

Kopwan Puspita Kencana Kian Kokoh di Kota Kediri, Bakal Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bagikan Berita :

KEDIRI — Koperasi Wanita (Kopwan) Puspita Kencana Kelurahan Bandar Lor kembali menegaskan posisinya sebagai koperasi wanita terbesar di Kota Kediri. Hal tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2025 yang digelar pada Minggu (4/1) di Kampung Coklat, Blitar.

Dalam forum tersebut, Kopwan Puspita Kencana menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sekaligus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, di tengah beredarnya isu pembubaran koperasi wanita.

Pelaksanaan RAT berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Seluruh anggota koperasi berangkat bersama menggunakan delapan unit bus menuju lokasi acara. Kebersamaan tersebut menjadi simbol soliditas, kekompakan, serta semangat kolektif anggota dalam menjaga keberlangsungan koperasi.

Ketua DPRD Kota Kediri sekaligus Ketua Dekopinda, Dra. Firdaus, menegaskan bahwa RAT merupakan indikator utama kesehatan sebuah koperasi. Menurutnya, koperasi yang rutin melaksanakan RAT dan melibatkan anggotanya menunjukkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

“RAT menjadi bukti bahwa Kopwan Puspita Kencana Bandar Lor masih hidup dan sehat. Koperasi yang aktif menggelar RAT serta dihadiri anggotanya adalah koperasi yang sah dan transparan, bukan koperasi abal-abal,” tegas Firdaus.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan RAT yang dilakukan di awal tahun. Langkah tersebut dinilai mencerminkan kesiapan manajemen, kekuatan organisasi, serta pengelolaan keuangan yang baik, sehingga layak dijadikan contoh bagi koperasi wanita lain di Kota Kediri.

Andayani : Kolaborasi dan Inovasi

foto : Anisa Fadila

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi. Ia menilai RAT tutup buku tahun 2025 telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, Eko menyoroti besarnya jumlah anggota koperasi wanita di Bandar Lor sebagai potensi strategis dalam pengembangan koperasi ke depan.

“Dengan jumlah anggota koperasi wanita yang besar di Bandar Lor, ini merupakan aset penting untuk membangun dan mengembangkan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Eko menegaskan bahwa isu pembubaran koperasi tidak memiliki dasar yang kuat. Pasalnya, koperasi yang berbadan hukum tidak dapat dibubarkan tanpa mekanisme dan kajian yang jelas. Ia menambahkan, keberadaan koperasi wanita memiliki peran vital dalam memperkuat ekonomi keluarga serta menekan ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.

Sementara itu, Ketua Kopwan Puspita Kencana Bandar Lor, Andayani Nurhidayati, SE, menyatakan kesiapan koperasi untuk berkolaborasi dan terus berinovasi. Ia menyambut baik rencana pendirian Koperasi Kelurahan Merah Putih di setiap kelurahan.

“Kami sangat antusias dan siap bersinergi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih demi memperluas manfaat ekonomi bagi anggota,” ujar Andayani.

Ia juga menyampaikan bahwa Kopwan Puspita Kencana saat ini tercatat sebagai koperasi wanita dengan jumlah anggota terbanyak di Kota Kediri. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama dan kebersamaan seluruh unsur koperasi, mulai dari pengurus, pengawas, hingga anggota.

Lagu Bunda Persembahan Kelompok Angklung

foto : Anisa Fadila

Selain mengelola unit simpan pinjam, koperasi juga mengembangkan berbagai usaha riil, seperti layanan pembayaran daring, dana talangan haji, serta penyediaan kebutuhan pokok anggota. Seluruh unit usaha tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan anggota sekaligus memperkuat kemandirian koperasi.

Menanggapi isu pembubaran koperasi wanita, Andayani menegaskan bahwa koperasi merupakan amanah pemerintah dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang harus dijaga dan diperkuat. Dengan jumlah anggota mencapai 634 orang, Kopwan Puspita Kencana dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi perekonomian keluarga anggota.

“Oleh karena itu, seluruh anggota secara tegas menolak wacana pembubaran. Koperasi ini terbukti membantu dan menguntungkan anggota,” tegasnya.

Rangkaian RAT ditutup dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban pengurus. Kopwan Puspita Kencana kembali melanjutkan kepengurusan dengan kepemimpinan yang sama, dilanjutkan dengan pembagian sisa hasil usaha (SHU) serta pemberian suvenir kepada seluruh anggota sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan yang terus dijaga.

Namun disela acara RAT, undangan yang hadir dibuat terpukau dengan suguhan penampilan angklung oleh anggota Kopwan Puspita Kencana kian menyemarakkan suasana acara. Dua lagu dibawakan dengan penuh harmoni. Lagu pertama, Tombo Kangen, sukses mengajak para tamu larut dan ikut bergoyang menikmati alunan musik tradisional tersebut. Suasana kemudian semakin hangat pada lagu kedua, Bunda, ketika Bunda Andayani tampil langsung menyanyikan lagu tersebut, diiringi denting angklung yang dimainkan para anggota, menghadirkan momen kebersamaan yang sarat makna.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :