KEDIRI – Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, dipimpin Dodi Purwanto selaku ketua komisi, melangkah mantap meninjau pembangunan megah yang menjanjikan harapan, gedung baru Rumah Sakit Kilisuci Kediri (RSKK). Kunjungan yang berlangsung Rabu (23/7) itu menjadi simbol komitmen wakil rakyat dalam memastikan bahwa janji layanan kesehatan tak berhenti di atas kertas.
Fase pembangunan RSKK kini menyentuh titik penting Gedung C, yang kelak menjadi pusat operasi dan layanan intensif (ICU), tengah dirampungkan dalam tahap finishing. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wujud nyata tekad untuk melayani masyarakat dengan lebih manusiawi dan bermartabat.
“Langkah besar telah dimulai oleh Mas Dhito, Bupati Kediri, menghadirkan fasilitas kesehatan yang tak hanya megah, tapi juga memanusiakan pasien. Gedung A dan B bahkan telah aktif merawat pasien dari kelas 3 hingga VVIP,” ujar Dodi, sembari mengapresiasi kehadiran layanan setara rumah sakit rujukan nasional di jantung Kabupaten Kediri.
Yang menarik, tak tampak jurang perbedaan mencolok antara ruang perawatan dari kelas 3 hingga VVIP. Kecuali jumlah bed, kenyamanan dan estetika kamar disamakan layaknya hotel berbintang. Kelas 3 diisi 4 bed, kelas 2 dua bed, dan VIP maupun VVIP satu bed lengkap fasilitas pendamping. Kesetaraan dalam pelayanan menjadi nafas dari visi rumah sakit rakyat ini.
Dodi juga menyoroti kecanggihan alat-alat medis yang akan terpasang di Gedung C, menyandingkannya dengan standar fasilitas di RS Internasional Indonesia. “Kita tidak kalah. Kualitas alatnya memukau. Tinggal penyelesaiannya, agar bisa segera digunakan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tegasnya.
Namun, Dodi mengingatkan agar RSKK tetap dijaga sebagai rumah sakit tipe B.
“Pelayanan boleh setara tipe A, tapi tipe B harus dipertahankan agar rakyat tetap mudah mengakses layanan melalui BPJS tanpa kendala administratif,” tambahnya.
Dalam catatannya, total bed untuk kelas 3 berjumlah 119 unit. Sementara VIP memiliki 25 kamar dan VVIP disediakan 5 kamar eksklusif. Gedung C sepenuhnya akan difungsikan untuk kebutuhan tindakan medis, menegaskan RSKK sebagai pusat harapan bagi warga Kediri yang membutuhkan layanan lanjutan.
Dodi juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan layanan dasar.
“Tak cukup membangun rumah sakit rujukan. Faskes tingkat pertama, seperti puskesmas, harus dibenahi agar pelayanan prima dimulai dari akar,” harapnya, menyoroti arah prioritas untuk tahun anggaran 2025–2026.
Di akhir tinjauan, Dodi menegaskan semangat kolaborasi. Sinergi DPRD dan pemerintah daerah, menurutnya, akan terus didorong demi memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan.
“Pembangunan manusia adalah fondasi masa depan. Melalui fasilitas seperti RSKK, kita tanamkan tekad. Kediri harus tumbuh menjadi tanah yang sehat, makmur, dan berdaya,” pungkasnya, penuh optimisme.
jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









