Kisah Pengidap HIV Warga Nganjuk, Hidup Sebatang Kara di Rumah Kost Desa Wonojoyo Gurah

Bagikan Berita :

KEDIRI — Seorang perempuan bernama Widji Rahayu, warga asal Prambon Nganjuk yang kini tinggal di kos-kosan Desa Wonojoyo, Kabupaten Kediri, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia mengidap HIV dan tidak mendapatkan pengobatan, bahkan kini tak mampu berjalan maupun duduk.

“Saya tidak punya anak dan ditinggalkan suami,” tuturnya meski sulit berbicara.

Widji diketahui tidak memiliki keluarga yang merawatnya. Sejak bercerai pada 2012, ia hidup seorang diri. Dalam pengakuannya, ia sempat bekerja sebagai pekerja seks di Kediri untuk menyambung hidup.

Namun sejak sekitar 10 bulan terakhir, kesehatannya terus menurun. Ia kini hanya diberi makan dan susu seadanya oleh seorang warga yang sebelumnya membawanya ke desa tersebut.

“Kondisinya sangat lemah. Ia tidak bisa berjalan dan untuk duduk saja kesulitan. Selama ini tinggal di kos sendirian,” ujar Dwi May Susanto, Kepala Desa Wonojoyo, Senin (26/5).

Menurut Dwi May, Supangat warga desa berupaya memberikan makanan dan tempat tinggal sementara. Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya tak mampu memberikan perawatan lanjutan sehingga melaporkan kondisinya ke pihak desa karena merasa tidak sanggup lagi merawat.

Pihak Desa Wonojoyo telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kediri dan meneruskan kasus ini ke Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, mengingat Bu Widji berasal dari sana. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Ini soal kemanusiaan. Ibu Widji sangat membutuhkan bantuan medis dan sosial,” tegas Dwi May.

Kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam perlindungan sosial bagi penyintas HIV dan kelompok rentan lainnya. Diperlukan intervensi cepat agar hak-hak dasar warga negara seperti Bu Widji dapat terpenuhi, termasuk hak atas kesehatan, tempat tinggal yang layak, dan pendampingan sosial.

jurnalis : Kintan Kinari Astuti
Bagikan Berita :