KEDIRI – Sebagai pejabat baru Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Rahandy Gusti Pradana akan melakukan penegakkan. Selain sosialisasi, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya tertib berlalu lintas. Dia pun meminta waktu untuk mengenal wilayah dan akan melanjutkan program terdahulu.
Saat menjabat Kasat Lantas Tulunggung, AKP Rahandy telah berulangkali mengamankan aksi balapan liar.
“Kemarin di Tulungagung, saya menangkap balapan liar kurang lebih 200 an orang dan dijerat dengan pasal pidana untuk membuat efek jera,” jelasnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (24/07).
Salah satu program akan dilakukan atas jabatan baru, akan melanjutkan program Polisi goes to School akan digelar secara rutin. Menggandeng Dinas Pendidikan, diharapkan program ini lebih efektif karena segala bentuk pelanggaran di jalan raya akan dikenakan tilang.
“Ini sebenarnya merupakan tugas semua pihak seperti orang tua, lingkungan dan sekolah. Kebijakan razia di SMP sudah pernah dibuat di Tulungagung. Apakah akan diterapkan di Kediri? kita akan sampaikan ke Dinas Pendidikan, jika diterima dengan baik ya bagus. Jikalau tidak diterima maka nanti akan jadi kontraproduktif,” terangnya.
Terkait evaluasi Operasi Patuh Semeru, lelaki hobi menembak dan beberapakali memenangi tingkat nasional, memberikan perumpamaan botol.
“Isinya satu botol kemudian pelanggaran, yang ditilang setengah. Lalu di tempat lain sama satu botol yang ditilang ¾, tolok ukurnya kan berbeda. Pelanggaran tidak akan pernah habis kecuali mindset kita berubah. Orang menganggap, melanggar adalah hal biasa dan polisi dianggap sosok yang menyebalkan. Baru dikatakan baik, bila polisi membiarkan pelanggaran itu terjadi,” ucapnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









