KEDIRI – Kepedulian bukan sekadar kata indah, melainkan napas yang menggerakkan pembangunan Kota Kediri. Pada Selasa (19/8), Pemerintah Kota Kediri kembali menunjukkan wujud nyata perhatiannya melalui program Bantuan Biaya Hidup dan Alat Disabilitas yang digelar di wilayah Mojoroto.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung untuk menyerahkan bantuan, menjadikan pertemuan itu lebih dari sekadar prosesi seremonial, melainkan sebuah simbol kasih sayang pemerintah kepada warganya. Bantuan yang disalurkan mencakup biaya hidup dan beragam alat bantu disabilitas.
“Semoga bantuan ini bisa mendorong mobilitas para penerima, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik,” tutur Wali Kota dengan penuh harap.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi Prasetya, menambahkan bahwa penyaluran kali ini dilakukan secara simbolis kepada empat warga, meski jumlah penerima sesungguhnya jauh lebih banyak.
“Bantuan biaya hidup ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat. Seringkali, bantuan dari pusat maupun daerah belum turun, sementara risiko sosial sudah menghadang. Karena itu, kami menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) agar warga bisa segera tertolong,” jelas Paulus.
Ia juga menegaskan bahwa penerima bantuan dipilih berdasarkan data DTKS (kini DTSEN) desil 1 hingga 5, disertai asesmen lapangan. Sementara bantuan alat disabilitas yang diberikan meliputi kursi roda, alat bantu dengar, korset penyangga punggung, sepatu AFO, kruk, hingga walker. Untuk bantuan biaya hidup, nominalnya berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, yang dihitung untuk enam bulan ke depan.
Di balik penyaluran ini, tersimpan kisah haru dari warga yang menerima manfaat. Tia, seorang ibu dari Naviya—anak perempuan yang menderita skoliosis—tak kuasa menahan rasa syukurnya saat menerima korset penyangga punggung dan matras.
“Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur. Bantuan ini sangat berarti untuk anak saya. Selama ini, kami tak mampu membeli alat bantu karena harganya mahal. Bahkan sempat berencana menabung sedikit demi sedikit. Namun, alhamdulillah, lewat program pemerintah ini, doa kami terjawab,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Program bantuan ini bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, memastikan tidak ada warga yang berjalan sendiri menghadapi kesulitan. Dari Mojoroto, Kediri mengirimkan pesan hangat: kepedulian adalah kunci menuju kota yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.
jurnalis : Anisa FadilaBagikan Berita :









