foto : Anisa Fadila

Kediri Semarakkan Sport Tourism Lewat Kejari Cup 2025, Turnamen Catur Nasional Terbesar di Jatim

Bagikan Berita :

KEDIRI – Ribuan pecatur dan keluarga dari berbagai penjuru Indonesia memadati Kampus 4 UNP Kediri, Sabtu (13/9), dalam ajang Open Turnamen Catur Nasional Kejari Cup 2025. Gelaran ini tercatat sebagai salah satu turnamen catur terbesar di Jawa Timur, sekaligus memperkuat posisi Kota Kediri sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menegaskan bahwa Kejari Cup memiliki arti istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kediri ke-1146 dan Hari Bhakti Adhyaksa ke-80. Menurutnya, filosofi catur selaras dengan strategi pembangunan kota.

“Setiap langkah dalam catur mencerminkan perhitungan matang, rasionalitas, dan adaptasi terhadap perubahan. Itulah yang juga menjadi dasar pembangunan Kota Kediri,” ujarnya.

Ia menambahkan, turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga sarana promosi wisata. “Kediri ingin tampil sebagai city of tourism. Kehadiran ribuan peserta dan keluarganya akan mengenalkan Kediri sebagai kota yang hangat, ramah, indah, dan penuh potensi,” jelasnya.

Senada, Kasi Pidsus Kejari Kediri, Nur Ngali, menekankan nilai edukasi dan sportivitas dari Kejari Cup. “Yang terpenting bukan sekadar juara, melainkan pengalaman dan pembelajaran yang dibawa pulang peserta,” katanya.

Dampak ekonomi positif juga disoroti Kepala Disbudparpora Kediri, Zachrie Ahmad. Dengan 611 peserta resmi dan lebih dari 1.500 orang termasuk pendamping, kebutuhan akomodasi, kuliner, hingga oleh-oleh meningkat signifikan.

“Event ini memberi energi baru bagi sektor pariwisata dan UMKM. Ini sejalan dengan visi Pemkot Kediri untuk menarik wisatawan melalui olahraga,” ungkapnya.

Tingginya antusiasme peserta turut diamini Syamsul Bahri, Wakil Ketua II Percasi Jatim. Panitia bahkan harus membatasi jumlah pendaftar karena kuota penuh.

“Jika tidak dibatasi, pendaftar bisa menembus 1.000 orang. Meski begitu, peserta tetap datang dari Papua hingga Sulawesi Utara. Ini bukti sport tourism benar-benar menggeliatkan ekonomi,” ujarnya.

Semangat peserta juga terasa di lapangan. Fatih, pecatur asal Sumatera Selatan, mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi ikut serta.

“Turnamen ini bukan hanya soal tanding, tapi juga kesempatan bertemu pecatur dari berbagai daerah. Saya sangat senang bisa hadir di Kediri,” katanya.

Secara keseluruhan, Kejari Cup 2025 diikuti oleh 611 pecatur dari tujuh provinsi—mulai Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, hingga DI Yogyakarta—serta 30 kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka bertanding dalam berbagai kategori, dari umum hingga kelompok usia U-10 putra-putri, dengan total hadiah Rp67 juta, ditambah doorprize dan piagam penghargaan.

Lebih dari sekadar perebutan gelar, Kejari Cup meninggalkan jejak nyata bagi masyarakat. Hotel penuh, rumah makan padat, hingga pusat oleh-oleh dibanjiri tamu. Dengan keberhasilan ini, Kediri semakin menegaskan diri sebagai kota sport tourism yang layak diperhitungkan di Indonesia.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :