KEDIRI – Wajah pelayanan publik di Kota Kediri terus berbenah. Kini, akses air bersih tak lagi harus menunggu antrean panjang. Melalui peluncuran aplikasi Flow Tirta Dhaha Husada, Perumda Air Minum Tirta Dhaha resmi membawa transformasi digital ke tengah masyarakat, Selasa (7/10).
Peluncuran berlangsung meriah di hadapan jajaran direksi PDAM, perwakilan perbankan, dan tamu undangan dari berbagai daerah. Momen simbolis dilakukan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, yang menekan layar digital sebagai tanda dimulainya era baru layanan air bersih di Kota Tahu.
“Di era digital seperti sekarang, teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui aplikasi Flow, PDAM menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat,” tutur Vinanda.
Ia menekankan, kehadiran Flow bukan hanya sekadar peluncuran aplikasi, tetapi langkah awal menuju pelayanan publik yang transparan, efisien, dan profesional. Lebih dari itu, ia mendorong PDAM untuk aktif mengenalkan aplikasi ini agar benar-benar digunakan masyarakat luas.
“Keberhasilan aplikasi tidak diukur dari kecanggihannya, tapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga,” tambahnya.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Dhaha, Yani Setiawan, menuturkan bahwa aplikasi Flow dirancang khusus untuk pelanggan PDAM di Kota Kediri. Dengan aplikasi ini, semua urusan kini bisa dilakukan hanya lewat ponsel—mulai dari pembayaran tagihan, penyampaian pengaduan, hingga pendaftaran sambungan baru.
Menurut Yani, tingkat kepatuhan pelanggan PDAM Kediri sudah sangat tinggi, mencapai hampir 100 persen pembayaran tepat waktu setiap bulan. Saat ini, PDAM melayani sekitar 18.300 pelanggan, atau sekitar 23 persen dari total penduduk kota.
Meski jaringan pipa belum menjangkau seluruh wilayah, Yani optimistis kemudahan digital lewat Flow akan mendorong pertumbuhan pelanggan baru.
“Rata-rata setiap tahun ada tambahan sekitar seribu pelanggan baru. Dengan aplikasi ini, kami berharap tren positif itu terus meningkat,” ungkapnya.
Selain mempermudah urusan pelanggan, Flow juga diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan PDAM. Untuk memperluas jangkauan informasi, sosialisasi aplikasi akan dilakukan melalui media sosial dan siaran radio agar warga makin familiar dengan layanan digital tersebut.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa PDAM kini sudah serba digital. Tak perlu lagi datang ke kantor—cukup lewat ponsel, semua urusan air bersih bisa selesai,” pungkas Yani.
Kehadiran Flow Tirta Dhaha menandai babak baru perjalanan PDAM Kediri: dari sekadar penyedia air bersih menjadi pelayan publik yang adaptif dan inovatif. Di tengah derasnya arus digitalisasi, aplikasi ini hadir sebagai simbol kemajuan—membawa setetes teknologi untuk kesejukan hidup warga Kota Kediri.









