KEDIRI – Kapten tim Inter Kediri, Galih Akbar mengakui bahwa dirinya merasa gugup saat laga perdana melawan Persikasi Bekasi. Laga Babak 64 Besar Putaran Nasional Liga 4 ini, berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri, Selasa (22/04) berakhir dengan skor imbang 0-0.
“Kami masih nervous, dan itu terlihat dari cara bermain kami di awal pertandingan. Tapi kami optimis akan percaya diri di laga kedua nanti,” ungkap pemain senior, sebelumnya pernah bergabung di Persik Kediri dan Persedikab Kediri.
Menit awal berlangsung, tim tamu Persikasi Bekasi berusaha menginisiatif serangan. Namun, anak asuh Budiarjo Thalbi mampu meredam dengan disipilin menjaga garis pertahanan. Untuk memperkuat lini pertahanan Inter Kediri, akhirnya menit ke-23 menarik keluar Levi Syahril digantikan Nosi Setiawan.
Memasuki babak kedua, Inter Kediri mulai meningkatkan tensi penyerangan. Sejumlah peluang emas mampu tercipta, namun karena kurang tenangnya dalam penyelesaian akhir. Permainan sempat menjurus keras dan memicu perselisihan, saat terjadi pelanggaran di menit ke-79.
Memasuki menit akhir, Persikasi Bekasi kembali mendominasi pertandingan namun pertandingan tetap berakhir dengan skor 0 – 0.
Pelatih Inter Kediri, Budiardjo Thalib, menyoroti rasa gugup anak asuhnya sebagai faktor yang memengaruhi performa.
“Saat briefing pagi tadi, saya sudah bilang ke pemain, bahwa di awal pertandingan biasanya kita tegang. Dengan pemain muda, ini wajar, mental mereka perlu diasah lagi. Kami memulai dengan formasi 3-5-2 menggunakan dua striker, Gustavo dan Andre. Babak kedua, kami beralih ke 4-3-3, yang lebih maksimal. Pergantian seperti memasukkan Nosi Setiawan juga kami lakukan untuk memperkuat pertahanan,” ujar Coach Budijo sapaan akrab Budiardjo Thalib.
jurnalis : Rohmat Irvan AfandiBagikan Berita :









