KEDIRI – Kesadaran akan pentingnya deteksi dini kembali digaungkan Pemerintah Kota Kediri sebagai benteng utama melawan kanker leher rahim dan kanker payudara—dua penyakit mematikan yang mengintai banyak perempuan. Untuk memperluas akses skrining, Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar pemeriksaan gratis di RSUD Kilisuci, Rabu (19/11).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, yang menekankan bahwa deteksi dini merupakan langkah strategis membangun masyarakat yang lebih sehat. Ia mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup, pola makan tidak seimbang, hingga minimnya aktivitas fisik telah memperbesar risiko terjadinya kanker pada perempuan.
“Acara seperti ini sangat diperlukan agar kanker bisa ditemukan sejak dini. Jika sudah masuk stadium lanjut, penanganannya jauh lebih sulit dan harapan hidup semakin kecil. Karena itu, deteksi dini harus menjadi gerakan bersama,” ujar Gus Qowim.
Sejalan dengan arahan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Fahmi Adi Priyantoro, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program BHTC atau Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pada kesempatan ini, 314 peserta dari berbagai wilayah Kota Kediri mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining kanker.
Menurut dr. Fahmi, langkah skrining tidak boleh ditunda. “Jika pasien datang dalam kondisi kanker stadium lanjut, penanganannya jauh lebih sulit. Tapi jika ditemukan sejak awal, pengobatan menjadi lebih mudah dan peluang kesembuhan lebih besar,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan fakta yang mencemaskan: setiap tahun sekitar 36.000 perempuan di Indonesia didiagnosis menderita kanker serviks, dan 70 persen di antaranya meninggal. Karena itu, deteksi dini menjadi strategi yang tidak bisa ditawar lagi.
Menambahkan penjelasan tersebut, Direktur RSUD Kilisuci Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, menerangkan bahwa pemeriksaan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi perempuan untuk mengenali tanda-tanda awal kanker.
“Untuk kanker leher rahim, dilakukan pemeriksaan swab serviks. Sementara untuk kanker payudara, dilakukan pemeriksaan SADARI. Kami juga mengajari peserta cara mendeteksi gejala awal sehingga jika ada kecurigaan, bisa langsung diperiksakan sebelum terlambat,” ungkapnya.
Dr. Hamida juga menyoroti bahwa Human Papilloma Virus (HPV) adalah faktor risiko utama kanker serviks. Karena itu, pemeriksaan swab yang diuji dengan metode PCR menjadi sangat penting. Pemeriksaan ini bersifat preventif dan bermanfaat bagi perempuan dari berbagai usia, meski mereka yang berusia di atas 30 tahun memiliki risiko lebih tinggi.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Kota Kediri berharap gerakan deteksi dini ini dapat menyebar lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan perempuan.
Bagikan Berita :








