KEDIRI – Suasana hangat bercampur haru mewarnai malam pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri di salah satu hotel berbintang, Jumat (7/11). Jabatan Kajari resmi beralih dari Andi Mirnawaty, S.H., M.H. kepada Dr. Raden Roro Theresia Tri Widorini, S.E., Ak., S.H., M.H. Acara berlangsung khidmat, dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, jajaran Forkopimda, serta berbagai tokoh daerah.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyebut malam itu sebagai momen yang sarat makna—antara perpisahan dan penyambutan. Ia mengapresiasi dedikasi Andi Mirnawaty selama dua tahun memimpin Kejari Kediri, sekaligus menyambut dengan tangan terbuka kehadiran Kajari baru.
“Malam ini kita menyatu dalam dua rasa: haru karena harus melepas Ibu Andi yang telah banyak berkontribusi bagi penegakan hukum di Kota Kediri, dan bahagia karena menyambut Ibu Theresia yang siap melanjutkan sinergi positif antara kejaksaan dan pemerintah kota,” ujar Vinanda.
Selama masa kepemimpinannya, Andi Mirnawaty dikenal tegas namun humanis. Di bawah arahannya, Kejari Kota Kediri berhasil memperkuat pengawasan proyek strategis, menyelesaikan persoalan aset daerah, dan mendampingi berbagai kebijakan publik secara transparan. Kolaborasi erat dengan pemerintah daerah menjadi ciri khasnya.
Kini, estafet itu diteruskan oleh Dr. Raden Roro Theresia Tri Widorini. Perempuan dengan latar belakang akademik yang gemilang—lulusan Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, dan doktor dari Universitas Gadjah Mada—ini sebelumnya menjabat Kajari Meranti dan Kajari Kabupaten Semarang.
Dalam sambutannya, Theresia menuturkan kesan pertamanya terhadap Kota Kediri. “Kota ini terasa hangat dan ramah. Potensi pariwisatanya luar biasa, terutama kulinernya. Saya yakin akan betah di sini,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia menegaskan komitmennya untuk meneruskan semangat sinergi antara kejaksaan, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, arah kebijakan nasional seperti Asta Cita harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di daerah—mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Sementara itu, Andi Mirnawaty, yang kini mendapat amanah baru di Jakarta, menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan selama bertugas. Ia menuturkan, dua tahun di Kediri meninggalkan kesan mendalam. “Kediri sudah seperti rumah kedua bagi saya dan keluarga. Anak-anak saya bahkan berat hati untuk pindah,” ungkapnya penuh haru.
Malam itu tak hanya menjadi ajang perpisahan, tapi juga simbol kelanjutan komitmen penegakan hukum yang berintegritas di Kota Kediri. Di bawah kepemimpinan baru, semangat kolaborasi diyakini akan terus tumbuh—menjaga keadilan, transparansi, dan kemajuan bagi seluruh warga kota.









