Jelang Mudik Lebaran, Polda Jatim Ramp Check Bus di Kediri: Satu Sopir Hipertensi Disorot

Bagikan Berita :

KEDIRI – Menjelang arus mudik Ramadan dan Lebaran, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap armada bus di PO Setiawan, Kota Kediri, Selasa (11/02).

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh kendaraan dan kru dalam kondisi prima sebelum lonjakan mobilitas masyarakat terjadi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Standar Cegah Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, AKP Rizki Julianda. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek teknis kendaraan hingga kondisi kesehatan awak bus.

AKP Rizki menjelaskan, ramp check pada dasarnya merupakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelaikan kendaraan. Tim mengecek kondisi mesin, sistem pengereman, ban, lampu, kaca, serta perlengkapan keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan palu pemecah kaca darurat.

“Rem menjadi perhatian utama karena kerap menjadi faktor dominan kecelakaan. Selain itu, seluruh perlengkapan keselamatan wajib dalam kondisi layak dan berfungsi,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada armada, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan kru, mulai dari sopir, kernet, hingga mekanik. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta tes urin guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkotika.

Hasil inspeksi menunjukkan mayoritas armada bus dinyatakan laik jalan. Namun, petugas menemukan satu APAR yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prasetyawan, mengimbau pihak PO agar segera mengganti perlengkapan tersebut. Ia menegaskan, unit Kamsel akan melakukan pengawasan lanjutan guna memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.

Dalam pemeriksaan kesehatan kru, tim medis juga menemukan seorang sopir dengan tekanan darah tinggi mencapai 194/111 mmHg. Kondisi tersebut dinilai berisiko jika tetap memaksakan diri mengemudi.

Petugas pun merekomendasikan agar sopir tersebut tidak menjalankan tugas hingga tekanan darahnya stabil dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala.

Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan penumpang serta pengguna jalan lainnya.
AKP Rizki menegaskan, inspeksi keselamatan ini merupakan upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan saat arus mudik.

Diperkirakan, pergerakan kendaraan akan meningkat signifikan, baik dari dalam maupun luar Jawa Timur.

“Kami ingin memastikan kendaraan benar-benar siap operasional dan pengemudi dalam kondisi sehat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Polda Jatim juga mengingatkan masyarakat agar lebih proaktif sebagai calon penumpang. Warga berhak memastikan kendaraan yang digunakan memiliki administrasi lengkap dan memenuhi standar keselamatan.

“Jangan menggunakan kendaraan yang tidak resmi atau dokumennya tidak berlaku. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :