foto : Sigit Cahya Setyawan

Jelang Masa Purna, IPTU Prajaka Tetap Tegak Lurus Jaga Kediri Kota

Bagikan Berita :

KEDIRI — Dedikasi panjang dan konsistensi dalam pengabdian menjadi benang merah perjalanan karier IPTU Prajaka. Meski masa purna tugas tinggal menghitung hari, KBO Satsamapta Polres Kediri Kota itu tetap memikul tanggung jawab besar. Ia dipercaya sebagai Kepala Posko Operasi Lilin Semeru 2025, memantau seluruh rangkaian pengamanan Natal dan Tahun Baru selama 14 hari penuh.

Lahir dan besar di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, IPTU Prajaka tumbuh dari keluarga sederhana. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, putra seorang tukang becak. Keterbatasan ekonomi tak memadamkan harapan, justru menjadi pijakan kuat untuk mengabdi kepada negara melalui institusi Polri.

Langkah pengabdiannya dimulai pada 1988. Usai menuntaskan pendidikan di SPN Mojokerto (1988–1989), ia ditempatkan di Polda Jawa Timur pada satuan pengawal protokoler. Dua tahun kemudian, tugas membawanya ke Polwil Kediri, berlanjut ke Polres Blitar dan Polsek Doko di lereng barat Gunung Kawi.

“Dari wilayah perkotaan sampai pelosok pegunungan sudah saya jalani,” kenangnya saat ditemui di ruang kerja, Kamis (2/1).

Perjalanan kariernya berputar di berbagai fungsi. Ia pernah berdinas di Satuan Binmas, Pamapta, hingga Satuan Lalu Lintas yang digelutinya hampir satu dekade. Pengalaman itu dilanjutkan dengan keterlibatannya dalam pembentukan Tim Khusus Curanmor, bertugas di Resmob hampir empat tahun, kemudian Unit PPA, Mapolsekta Mojoroto, hingga kembali ke fungsi Reserse dan Sabhara di Polres Kediri Kota.

Perlindungan Masyarakat

Salah satu peran yang paling melekat adalah dedikasinya membina Unit K-9 Satsamapta Polres Kediri Kota. Selama hampir 15 tahun, ia mengembangkan unit tersebut dengan segala keterbatasan sarana dan dukungan.

“Mereka mitra murni yang peduli pada Polri. Terlibat dalam pengamanan Natal, Tahun Baru, event musik hingga pertandingan sepak bola. Bahkan, ada anjing yang gugur saat bertugas,” ujarnya.

Sebagai KBO Satsamapta, IPTU Prajaka memikul tanggung jawab membina anggota, menyelesaikan persoalan internal, serta memastikan pelaksanaan tugas berjalan sejalan dengan penegakan hukum. Baginya, orientasi utama Polri adalah memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat tanpa kompromi.

Ia juga dikenal realistis dalam membaca dinamika sosial Kediri yang heterogen, baik kawasan urban maupun pedesaan, termasuk persoalan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras.

“Menghapus itu tidak mudah. Yang bisa dilakukan adalah menertibkan yang melanggar aturan. Tidak berizin, ya ditindak sesuai hukum,” tegasnya.

Selama 37 tahun pengabdian, IPTU Prajaka menuntaskan tugas tanpa catatan pelanggaran. Berbagai penghargaan diraihnya, mulai dari pengungkapan kasus judi, curanmor, hingga dedikasi pelaksanaan tugas, dengan total lebih dari sepuluh penghargaan.

Perjalanan panjang itu berbuah manis ketika ia resmi menyandang pangkat IPTU per 1 Januari 2026, sebuah kado istimewa menjelang purna tugas pada akhir Januari mendatang.

“Naik perwira itu perjuangannya luar biasa. Saya ikut seleksi berkali-kali, sekitar delapan kali. Ini nikmat yang sangat saya syukuri,” tuturnya.

Menutup masa dinas, IPTU Prajaka kembali dipercaya memegang amanah sebagai Kepala Posko Operasi Lilin Semeru 2025, memantau dinamika pengamanan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kediri.

“Alhamdulillah, semua berjalan aman dan kondusif,” katanya.

Dengan dua putri sebagai buah hati, IPTU Prajaka menutup lembar panjang pengabdiannya dengan rasa syukur. Dari anak tukang becak hingga perwira Polri, kisah hidupnya menjadi cermin bahwa pengabdian, kejujuran, dan ketekunan pada akhirnya menemukan jalannya sendiri.

“Saya berterima kasih kepada institusi Polri yang telah mendewasakan saya. Menjadi polisi ternyata benar-benar bermanfaat,” pungkasnya.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :