Mas Dhito saat mendatangi Putri atas kemauan sendiri mendaftar sebagai relawan bencana (Kintan Kinari Astuti)

Inilah Putri Gadis 8 Tahun Tercatat Relawan Termuda, Membuat Bupati Kediri Terkesima Saat Pengukuhan F-PRB

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bupati Hanindhito Himawan Pramana seakan tidak percaya saat digelar Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Lapangan Desa Paron Kecamatan Ngasem, Kamis (27/01). Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini makin terkesima Aulia Putri Sasmita, relawan bencana masih berusia 8 tahun ini telah menaklukkan sejumlah gunung.

Apresiasi luar biasa disampaikan Mas Dhito sapaan akrab Bupati saat digelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana sekaligus pengukuhan kepengurusan Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) diketuai dr. Ari Purnomo Adi. Usai apel dia pun segera turun dari podium dan bergegas menemui Putri, sapaan akrab gadis masih duduk di bangku kelas 2 SD ini.

“Siapa namanya?” tanya Mas Dhito.

“Putri,” jawabnya singkat.

Wajah polosnya semakin membuat penasaran Mas Dhito. Dari penuturannya, ternyata Putri telah melakukan pendakian di banyak gunung seperti Gunung Kelud, Wilis, Penanggungan, dan Butak. “Lho lho lho,” respon Mas Dhito terkaget mendengar jawaban anak itu.

“Usia berapa tahun kamu nak?” tanya Mas Dhito.

“Usia 8 tahun,” kata Putri.

Tak berhenti disitu, karena terkesima dengan capaian Putri, Mas Dhito semakin penasaran dengan melanjutkan pertanyaan sejak usia berapa anak dari Edi Purwanto ini sudah mulai mendaki gunung. “Sejak umur 4 tahun,” Ujar Putri pada Mas Dhito.

Mendengar hal tersebut, Bupati mendoakan kelak di usia 17 Putri mampu mendaki Gunung Everest. “Nanti saya doakan umur 17 kamu naik Gunung Everest ya,”.  Sontak orang yang berada di sekitar mereka ini serentak mengamini doa bupati

Kesadaran perwakilan kelompok masyarakat membuat Mas Dhuto bangga atas kesadaran mengenai kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana. “Terbukti dari kedatangan peserta apel tersebut yang datang dari berbagai elemen. Mulai anak kecil seperti Putri, kaum-kaum disabilitas, dokter hingga TNI dan Polri. Begitu bicara soal bencana kita jadi lepas seragam dan kita selesaikan secara bersama-sama,” ujar Mas Dhito.

Mengenai banjir di Kecamatan Grogol, kata Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri sudah melakukan beberapa hal termasuk perbaikan tanggul yang jebol akibat banjir dan sering pula melakukan normalisasi sungai. Tak cukup sampai disitu, Mas Dhito juga akan berkoordinasi dengan Bupati Nganjuk, Marhein perihal sudetan sungai yang tersambung dengan beberapa sungai di Kabupaten Kediri untuk dilakukan normalisasi.

“Sudetan Sungai itu (di wilayah Grogol dan Tarokan) sampai di Kabupaten Nganjuk. Maka Kalau dinormalisasi atau diperbaiki harus sampai Nganjuk,” pungkasnya. Usai mengikuti apel tersebut, Putri mengaku bahagia karena bisa berbincang langsung dengan Mas Dhito. “Terima kasih Mas Dhito sudah diberikan kaus,” kata Putri.

Jurnalis : Kintan Kinari Astuti
editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :