KEDIRI – Jalur pendidikan kesetaraan di Kota Kediri bukan lagi sekadar pelipur lara bagi anak-anak yang sempat meninggalkan bangku sekolah. Ia kini menjelma menjadi gerbang masa depan yang bersinar terang, membentangkan jalan prestasi hingga menembus negeri seberang.
Tiga sosok inspiratif menjadi buktinya. Dalam seremoni penyerahan ijazah di Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (7/7), ketiganya diumumkan sebagai lulusan program kesetaraan yang berhasil menjejakkan kaki di kampus internasional.
Felicia dan Michael, dua nama yang kini mengukir cerita baru di National Kaohsiung University of Hospitality and Tourism (NKUHT), Taiwan. Sementara itu, Whindah Herwanti tengah bersiap mengangkasa ke Jerman pada Agustus 2025, membawa mimpinya di bidang kesehatan.
“Ijazah kesetaraan telah diakui di tingkat nasional bahkan internasional. Bukan sekadar dokumen, tapi tiket sah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, bahkan hingga luar negeri,” ungkap Anang Kurniawan dari Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Perjalanan mereka bukan hanya menandai pencapaian akademik. Ia menjadi simbol bahwa kesempatan kedua benar-benar ada. Bahwa jalur pendidikan tak selalu lurus, namun selalu mungkin untuk diluruskan—asal ada tekad yang tak patah.
Dalam acara kelulusan tahun ajaran 2024/2025 itu, tercatat 437 warga belajar dinyatakan lulus, dengan 250 di antaranya hadir langsung. Yang mengejutkan, lebih dari setengahnya 225 orang berusia di atas 24 tahun. Pemerintah Kota Kediri menanggung biaya pendidikan mereka sepenuhnya. Untuk peserta muda, dukungan datang dari pemerintah pusat.
“Ini bukti bahwa program ini bukan hanya untuk anak muda, tapi juga jadi harapan nyata bagi orang dewasa yang dulu harus berhenti sekolah karena berbagai hal,” ujar Vinanda, penuh haru.
Komitmen Kota Kediri dalam mengatasi Angka Putus Sekolah (ATS) tak sebatas wacana. Pemerintah membangun strategi kolaboratif lintas sektor, memadukan data dari Pusdatin, Dapodik, Emis, hingga Dispendukcapil untuk menyasar peserta yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, HM. Anang Kurniawan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Melalui program ini, mereka tidak hanya menyelesaikan pendidikan yang sempat tertunda, tapi juga membuktikan bahwa mimpi besar tetap mungkin diraih. Bahkan hingga ke luar negeri,” katanya, penuh semangat.
Kesetaraan kini bukan hanya tentang mengejar yang tertinggal, tapi tentang menjangkau bintang dengan langkah berani dari titik awal yang baru.
jurnalis : Neha Hasna Maknuna