KEDIRI – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Kota Kediri pada Sabtu (20/9) malam. Ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat bersama Himpunan Pemuda Kediri (HIPERI) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Alunan hadrah Hikmatul Musthofa mengiringi syahdu suara sholawat yang dipimpin Gus Izzat Sya’roni, menghadirkan kedamaian sekaligus doa bersama demi keamanan dan ketenteraman Kota Santri.
Ketua HIPERI, Aan Wina Armada, menegaskan bahwa sholawat dipilih karena menjadi bagian erat dari budaya masyarakat Kediri. Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini adalah sarana meneladani akhlak mulia Rasulullah yang membawa rahmat bagi semesta.
“Pemuda Kediri pada dasarnya berkarakter baik. Jika ada masalah keamanan, seringkali dipicu faktor luar. Karena itu, mari kita jaga kota ini, tanah kelahiran kita, dari berbagai ancaman. Jangan mudah terprovokasi, tetap bersatu, belajar lebih dewasa, dan jadilah teladan sebagaimana akhlak Rasulullah,” pesannya.
Salurkan Energi Anak Muda

Aan menambahkan, HIPERI tak hanya fokus pada kegiatan religius. Beragam program kepemudaan di bidang kewirausahaan hingga olahraga juga terus digulirkan. Semua itu menjadi wadah positif untuk menyalurkan energi anak muda, agar produktif, bermanfaat, dan menjaga persaudaraan.
Dalam tausiyahnya, Gus Izzat Sya’roni menekankan pentingnya memperbanyak agenda keagamaan agar pemuda tetap berjalan di jalur kebaikan.
“Maulid Nabi ini momentum emas untuk meneladani Rasulullah. Jika generasi muda sibuk dengan kegiatan positif, insyaAllah mereka terhindar dari hal-hal yang merugikan,” ujarnya.
Antusiasme jamaah kian menegaskan makna kegiatan tersebut. Sri, salah satu peserta, mengaku merasakan keteduhan batin saat bershalawat bersama.
“Alhamdulillah, acaranya berjalan lancar dan penuh hikmah. Semoga dengan semakin banyak kegiatan positif seperti ini, Kediri senantiasa aman dan damai,” tuturnya.
Acara HIPERI Bersholawat pun ditutup dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh Gus Izzat Sya’roni. Ribuan jamaah yang memenuhi Masjid Agung Kota Kediri menundukkan kepala dengan khidmat, mengirimkan doa demi kedamaian dan keberkahan untuk Kota Santri tercinta.









