foto : Anisa Fadila

Gubernur Khofifah Apresiasi SRMA 24 Kediri, Sebut Setara Sekolah Internasional

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suasana penuh kehangatan menyambut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, Selasa (16/7). Berlokasi sementara di Balai Pelatihan Kesejahteraan Sosial Nasional (BPKASN), SRMA 24 menjadi saksi pelaksanaan dua misi penting: peninjauan pendidikan dan penyerahan bantuan sosial dari Pemprov Jatim untuk masyarakat Kabupaten Kediri.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah menyerahkan delapan jenis bantuan sosial yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, buruh pabrik rokok, hingga kelompok rentan dan program pemberdayaan desa. Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus untuk lansia, bantuan lintas wilayah, kewirausahaan inklusif, alat bantu mobilitas, program Jatim Puspa, Desa Berdaya, serta tali asih bagi TKSK dan Tagana.

Gubernur Khofifah mengungkapkan kekagumannya terhadap SRMA 24, terutama atas inisiatif Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya mereka yang tergolong dalam desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah.

“Pak Bupati punya komitmen luar biasa dalam memuliakan anak-anak dari kelompok paling rentan. Kamar ber-AC, kamar mandi bersih, bahkan lebih bagus dari rumah saya sendiri. Kantinnya juga sekelas sekolah internasional,” ujar Khofifah kagum.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi besar SRMA 24 yang berlokasi dekat dengan Kampung Bahasa Pare. Khofifah mendorong agar pelatihan bahasa Inggris dilakukan secara rutin, demi meningkatkan daya saing siswa di tingkat global.

Sementara itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian langsung Gubernur Khofifah terhadap program Sekolah Rakyat. Ia mengungkapkan bahwa Gubernur secara konsisten hadir mengawasi perkembangan sekolah-sekolah serupa di Jawa Timur.

“Setiap hari Ibu Gubernur turun langsung, tidak hanya di SRMA 24. Ini sangat membantu kami dalam menjaga kualitas layanan pendidikan,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.

Antusiasme program ini juga dirasakan para siswa. Uzlifatul Janah, siswi asal Ngadirejo, Ngadiluwih, mengaku awalnya tidak berniat melanjutkan pendidikan. Namun kehadiran program ini mengubah pandangannya.

“Saya sempat tidak berniat sekolah lagi. Tapi setelah dapat kesempatan ini, saya sadar ini tidak bisa saya lewatkan. Fasilitasnya bagus, satu kamar hanya diisi dua hingga empat orang, dan semua kegiatannya bermanfaat,” ujar Janah yang baru tiga hari menempuh pendidikan di SRMA 24.

Khofifah berharap SRMA 24 bisa menjadi model pendidikan masa depan—menggabungkan sistem asrama, pembinaan karakter, dan dukungan kesejahteraan sosial dalam satu kesatuan utuh.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :