KEDIRI — Manajemen RSUD Gambiran memastikan siap mengoptimalkan gedung baru setelah seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Gambiran, dr. Aditya B. Djatmiko, M.Kes, Sabtu (21/02), menyikapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Kota Kediri yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung bangunan tersebut.
Secara fisik, pembangunan gedung telah rampung. Saat ini, proses yang berjalan tinggal tahap penyempurnaan interior, seperti pemasangan gorden dan pengadaan meubelair. Namun, operasional penuh belum dapat dijalankan lantaran masih menunggu penyelesaian regulasi terkait tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Kendala utama ada pada regulasi, yakni Perwali terkait pengaturan tenaga BLUD yang masih dalam proses harmonisasi di tingkat provinsi dan kementerian. Selama Perwali belum terbit, kami belum bisa merekrut tenaga BLUD,” jelas Aditya.
Menurutnya, proses harmonisasi regulasi tersebut telah melalui konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PAN-RB. Saat ini pihak rumah sakit masih menunggu hasil final sebagai dasar untuk melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk proses rekrutmen tenaga yang harus dilakukan melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan.
Penguatan Layanan Hemodialisis Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama pengembangan layanan di gedung baru adalah peningkatan kapasitas hemodialisis (HD). Saat ini RSUD Gambiran memiliki 16 mesin HD, dan direncanakan akan bertambah menjadi 29 unit atau meningkat 13 mesin.
Namun, pada tahap awal operasional di gedung baru, jumlah mesin yang dapat difungsikan baru mencapai 20 unit. Penyesuaian ini berkaitan dengan ketentuan rasio tenaga perawat.
“Penambahan belum langsung ke 29 mesin karena ada aturan rasio perawat HD, yakni tiga perawat untuk empat mesin dalam satu shift. Dengan jumlah perawat yang tersedia saat ini, kami baru bisa mengoperasikan 20 mesin,” terangnya.
Untuk mengoperasikan seluruh 29 mesin, RSUD Gambiran masih membutuhkan tambahan perawat bersertifikasi hemodialisis. Proses sertifikasi tersebut memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan dan harus mengikuti sistem antrean di rumah sakit penyelenggara pelatihan.
Pengembangan Spesialisasi dan Subspesialis
Selain peningkatan kapasitas HD dan layanan cath lab, pengembangan rumah sakit juga diarahkan pada penambahan layanan spesialis. Di antaranya bedah digestif dan bedah plastik.
Manajemen juga berencana mengirim dokter untuk menempuh pendidikan subspesialis ortopedi dan saraf sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas layanan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan RSUD Gambiran dalam memperkuat daya saing sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Kediri dan wilayah sekitarnya.
DPRD Dorong Percepatan Operasional
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Agung Purnomo, menyampaikan bahwa secara fisik gedung baru telah siap digunakan. Namun operasionalnya masih tertunda karena menunggu penyelesaian perizinan di tingkat provinsi.
Ia berharap proses tersebut dapat segera dipercepat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan optimal, terutama untuk layanan prioritas.
“Rekomendasi kami adalah percepatan penyelesaian pekerjaan dan operasional. Unit hemodialisis menjadi prioritas utama. Harapannya, layanan HD tidak hanya untuk dewasa, tetapi juga tersedia bagi anak-anak,” ujarnya.
Komisi C juga mencatat adanya peningkatan jumlah mesin HD dari 16 menjadi 29 unit sebagai langkah positif dalam memperluas kapasitas layanan.
Tambahan Anggaran dan Fasilitas Penunjang
Selain mendorong percepatan operasional, Komisi C menekankan pentingnya penguatan sarana penunjang medis. Tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar serta tambahan Rp5 miliar untuk pengadaan peralatan, termasuk rontgen baru dan treadmill.
“Tujuannya agar RSUD Gambiran tidak kalah dengan rumah sakit umum lain di Karisidenan Kediri,” tegas Agung.
Tak hanya itu, percepatan operasional layanan cath lab atau kateterisasi jantung untuk pemasangan ring juga menjadi perhatian serius. Keberadaan fasilitas ini dinilai krusial agar warga Kota Kediri tidak perlu dirujuk ke luar daerah saat membutuhkan tindakan invasif jantung.
Selain mempermudah akses layanan, ketersediaan cath lab juga diharapkan dapat meminimalkan risiko fatal akibat keterlambatan penanganan kasus jantung yang bersifat darurat.
Dengan berbagai penguatan layanan dan dukungan anggaran, RSUD Gambiran menargetkan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, responsif, dan kompetitif di kawasan Kediri Raya.









