KEDIRI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri terus mendorong percepatan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) menuju target 50% pada tahun 2025. Upaya ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Sabtu (22/11) di Kantor Koperasi Banjar Mandiri, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota.
Kegiatan yang melibatkan pengurus koperasi tingkat RW dan Forum Koperasi Wanita Syariah tersebut difokuskan untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kesiapan pengurus dalam menyelenggarakan RAT secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Kediri, Dra. Firdaus, dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa koperasi harus berpegang pada tujuan utamanya: menyejahterakan anggota.
“Koperasi hadir dengan satu visi, yaitu bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Jika koperasi melenceng dari prinsip itu, maka ia telah menjauh dari jati dirinya,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Kediri tersebut.
Firdaus—akrab disapa Kak Ido—juga mengapresiasi koperasi RW dan berbagai koperasi lain yang mampu bertahan hingga saat ini sebagai bukti bahwa semangat berkoperasi masih kuat. Ia mendorong anggota untuk membiasakan berbelanja kebutuhan sehari-hari di koperasi, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan mereka sendiri.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola agar koperasi dapat tumbuh sehat, mandiri, dan benar-benar memberi manfaat bagi anggotanya.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa koperasi tidak hanya berjalan sebagai formalitas, tetapi benar-benar mampu memberikan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurut Eko, FGD bukan sekadar wadah diskusi, namun juga sarana untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi para pengurus dan menyusun solusi yang sesuai kondisi di lapangan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat pemahaman pengurus mengenai peran strategis mereka dalam menjaga keberlanjutan koperasi.
Ketua Panitia FGD sekaligus Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, Baiq R. Jannah, menambahkan bahwa kegiatan ini berfokus pada percepatan pencapaian RAT tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa hambatan paling sering dialami pengurus adalah penyusunan laporan keuangan.
“Kendala terbesar biasanya memang pada pelaporan keuangan. Penyusunannya tidak mudah, dan banyak pengurus yang masih membutuhkan pendampingan,” jelasnya.
Baiq juga memaparkan bahwa tingkat pelaksanaan RAT di Jawa Timur berada pada angka 38%, sementara capaian nasional bahkan lebih rendah. Di Kota Kediri sendiri, dari lebih dari 500 koperasi terdaftar, baru sekitar 47% yang sudah melaksanakan RAT.
“Target kami tahun depan minimal bisa mencapai 50%. Untuk beberapa koperasi tertentu, kami berharap bahkan bisa mencapai 100%,” tegasnya.
Melalui forum yang mempertemukan pengurus koperasi dari berbagai tingkat, mulai dari koperasi RW hingga koperasi wanita syariah, FGD ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dan kapasitas pengurus menghadapi tahun buku mendatang. Tujuannya jelas: mewujudkan tata kelola koperasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan demi kesejahteraan anggota.
Bagikan Berita :








