KEDIRI — Sosok AKP Laksono Setiawan kini resmi mengemban amanah sebagai Kasat Intelkam Polres Kediri Kota, menggantikan Iptu Heryda Setya Mark Wembo. Di balik tutur dan gestur yang tenang, perwira dengan 29 tahun pengabdian ini membawa segunung pengalaman dari berbagai wilayah rawan konflik di Indonesia—jejak panjang yang membentuknya menjadi analis intelijen yang matang.
Setelah bertahun-tahun bertugas dari satu daerah ke daerah lain, AKP Laksono kini “berlabuh kembali” ke tempat yang pernah ia singgahi. Kediri Kota bukanlah wilayah asing baginya. Tahun 2013, ia pernah berdinas sebagai Kanit Turjawali Satlantas sebelum akhirnya berkelana melintasi berbagai satuan dan tantangan. Kini ia pulang, bukan sebagai figur lama, tetapi sebagai perwira dengan pengalaman nyaris tiga dekade.
Lahir di Desa Tanjungrejo, Loceret, Nganjuk, Laksono menempuh perjalanan akademis hingga meraih gelar Magister Hukum di Universitas Islam Kadiri (Uniska) pada 2022, menambah kecakapan hukum dalam tugas intelijennya.
Karier panjangnya dimulai dari satuan Lalu Lintas, lalu terus menanjak melalui beragam posisi strategis: Kanit Reskrim Polres Nganjuk, Kapolsek Loceret, Kasat Intelkam Polres Nganjuk, hingga PLT Kanit 5 Subdit 1 Ditintelkam Polda Jatim sebelum akhirnya kembali ke Kediri Kota. Namun bagian paling mengesankan dari perjalanan panjang itu justru hadir dari penugasan lintas nusantara.
Ia pernah terjun ke Aceh, Poso, Makassar, Papua, Palembang, Kalimantan, bahkan Timor Timur, pada masa-masa genting di mana bau mesiu dan tegangnya situasi menjadi bagian dari keseharian. Tidak hanya itu, Laksono juga pernah mengikuti pelatihan helikopter di Amerika Serikat, pengalaman langka yang tak banyak dimiliki personel kepolisian.
Namun dari seluruh momen itu, lokasi penugasan di wilayah konflik Aceh dan Poso menjadi yang paling menggugah memorinya.
“Pengalaman paling berkesan selalu yang bersentuhan dengan nyawa. Saat itu kami masih prajurit, pernah berada dalam situasi kontak senjata. Itu yang paling membekas,” ungkapnya, mengenang masa-masa ketika kehidupan dan kematian seolah hanya dipisahkan oleh satu tarikan napas.
Meski ditempa di daerah-daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, AKP Laksono tetap menyisakan sisi lembut dalam hidupnya. Ia dikenal sebagai family man yang selalu menyempatkan diri pergi jalan-jalan bersama keluarga, dua anaknya menjadi sumber energi dalam setiap langkah tugas yang ia emban.
Kini, ketika jabatan Kasat Intelkam Polres Kediri Kota resmi berada di pundaknya, AKP Laksono memandang bahwa wilayah perkotaan menyajikan dinamika yang berbeda—lebih kompleks, lebih cepat berubah, dan menuntut respons intelijen yang cermat.
“Kediri Kota ini wilayah perkotaan. Masalahnya lebih kompleks, jadi kita harus bisa mengantisipasi setiap potensi agar tidak berdampak luas,” ujarnya.
Dengan rekam jejak yang melintasi hampir seluruh pulau besar di Indonesia—dari daerah penuh gejolak hingga hiruk pikuk perkotaan—kehadiran AKP Laksono Setiawan bukan sekadar rotasi jabatan. Ia kembali sebagai ksatria intelkam yang ditempa oleh medan tugas dari berbagai penjuru negeri, membawa harapan baru bagi penguatan keamanan di Kota Kediri.









