KEDIRI – Dewi Nafi’ah kembali dipercaya menakhodai Fatayat NU Kota Kediri untuk periode 2025–2030. Meski hanya menaungi tiga Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan sekitar 40 ranting, Dewi menegaskan komitmennya menghadirkan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Dua di antaranya adalah GARFA (Garda Fatayat) dan LKB3A (Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak).
Pelantikan yang digelar di Aula Masjid Agung Kota Kediri pada Sabtu (6/9) menjadi momen penting yang menunjukkan semangat juang Fatayat NU Kota Kediri. Meskipun kecil secara wilayah, organisasi ini diyakini mampu memberikan kontribusi besar lewat kiprah dan inovasi.
Dukungan mengalir dari berbagai pihak. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyebut terpilihnya kembali Dewi sebagai bukti nyata kepercayaan kader. Ia berharap program Fatayat NU bisa semakin berkelanjutan dan selaras dengan pembangunan daerah.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Ibu Dewi, Fatayat NU Kota Kediri akan semakin maju, solid, dan mampu mewujudkan masyarakat yang berdaya, berakhlak, serta sejahtera. Dengan begitu, Kota Kediri akan makin mapan sekaligus jadi kota yang selalu dirindukan, kota yang ngangenin,” ungkap Vinanda.
Hal serupa juga disampaikan KH Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PCNU Kota Kediri. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan di periode kedua ini.
“Organisasi jangan sampai seperti manuk ratik duduhe abang — burung merpati kandangnya biru tapi ditaruh di kandang merah. Setelah dilantik, harus tetap kompak dan berada di jalur perjuangan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si., menilai kepemimpinan dua periode bukan hanya soal kepercayaan, melainkan juga konsistensi dan bukti nyata kebermanfaatan program.
“Tanpa program yang jelas dan manfaat konkret, keberadaan organisasi bisa dipertanyakan. Memimpin dua periode berarti harus semakin memperkuat organisasi dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi berbagai harapan itu, Dewi Nafi’ah menekankan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Ia memperkenalkan GARFA, sebuah tim yang siap menjaga keamanan sekaligus sigap membantu dalam kondisi darurat, serta LKB3A, lembaga yang fokus pada pendampingan dan advokasi perempuan dan anak.
“Walau hanya punya tiga PAC, saya yakin Fatayat NU Kota Kediri bisa tetap mewarnai dan memberi manfaat di berbagai bidang. Periode kedua ini kesempatan membuktikan bahwa dari keterbatasan pun kita tetap bisa berdaya, menghadirkan program inovatif yang menjawab kebutuhan perempuan dan masyarakat,” ujar Dewi menutup pernyataannya.









