KEDIRI – LBH Al Faruq mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri mendampingi Irwan Bachtiyar, warga Jalan Citarum Dusun Bendo Lor Desa Bendo Kecamatan Pare, Selasa (07/12). Dalam surat aduannya, melaporkan dugaan rekayasa atau jual beli jabatan perangkat desa. Dua lembar surat ini kemudian diterima pihak Kejaksaan dan selanjutnya dijadikan bahan penyelidikan.
Usai menyampaikan laporan, Mohamad Karim Amrrulloh selaku penerima kuasa penuh dari Irwan Bachtiyar langsung menggelar jumpa pers. “Bahwa kami menyampaikan laporan terkait penyelenggaraan perangkat desa. Adanya dugaan atau indikasi kuat, pelaksanaan penjaringan tidak sesuai dengan aturan. Bentuknya semula, pelapor diajak berbicara di satu tempat, ditawarkan menjadi perangkat desa menduduki jabatan kepala dusun,” jelas Karim.
Awalnya, jelas Karim, bahwa kliennya tidak tertarik namun karena dibujuk untuk mengabdi kemudian tertarik. “Klien saya akhir mengiyakan sepanjang seleksi dijalankan fair dan transparan bisa menjadi terbaik, maka menyanggupi. Kemudian setelah itu, dipanggil lagi oleh kades. Kamu tidak usah mencalonkan. Akan diberi ganti rugi 250 juta bila tidak jadi. Demikian ucapan kades dan tentunya kami merespon masalah ini,” jelasnya.
Indikasi terjadi kecurangan mengacu pernyataan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana agar berjalan fair dan transparan saat pengisian perangkat desa. Menjadikan LBH Al Faruq ingin mengawal penyelenggaraan. “Harapan kami penyelenggaraan ini ditunda atau ditunda khusus untuk Desa Bendo karena bertarung tidak secara fair,” imbuhnya.
Pihak Kejaksaan melalui Anang Yustisia .SH .MH selaku Kasubsi Penkum Seksi Intelejen membenarkan telah menerima laporan tersebut. Namun terkait isi laporan, pihaknya belum bisa memberikan pernyataan, karena membutuhkan waktu untuk mempelajari. Sementara Kepala DPMPD Pemerintah Kabupaten Kediri, Sampurno saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan. Bahwa bila ada indikasi atau temuan disertai bukti-bukti, untuk segera melaporkan kepada pihaknya karena pemerintah kabupaten telah membentuk satgas khusus.









