KEDIRI – Aroma masakan yang menggugah selera menyambut para tamu dalam peresmian Sentra Kuliner Pasar Banjaran di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Selasa (20/1). Kehadiran sentra kuliner ini diharapkan menjadi tambahan destinasi wisata kuliner baru sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sentra Kuliner Pasar Banjaran merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan perekonomian masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM. Menurutnya, sentra ini juga menjadi alternatif wisata kuliner yang dapat dinikmati masyarakat, tidak hanya warga Kota Kediri tetapi juga pengunjung dari luar daerah.
Pasar Banjaran yang sebelumnya dikenal sebagai pasar tradisional pagi hari, kini diharapkan bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih menarik, nyaman, dan aktif hingga malam hari. Dengan adanya sentra kuliner, aktivitas pasar tidak lagi terbatas pada pagi hari, melainkan berlanjut pada malam hari dengan suasana yang lebih hidup.
“Dengan adanya sentra kuliner ini, Pasar Banjaran tidak hanya buka pada pagi hari, tetapi juga malam hari. Ini bisa menjadi salah satu wadah dan destinasi wisata baru, khususnya wisata kuliner,” ujar Vinanda yang akrab disapa Mbak Wali.
Ia menambahkan, keberadaan sentra kuliner menjadi sarana penting dalam pengembangan usaha UMKM sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para pedagang. Oleh karena itu, Vinanda mengingatkan para pelaku usaha untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta kualitas produk yang dijual.
Selain itu, ia juga meminta kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian, PD Pasar, serta pihak terkait lainnya untuk terus melakukan pendampingan, pembinaan, dan evaluasi secara berkelanjutan agar sentra kuliner dapat berkembang secara optimal.
Harapan tersebut sejalan dengan apa yang dirasakan para pelaku UMKM. Salah satunya Syafiardi, pedagang Nasi Padang yang telah berjualan sejak 2008. Sebelumnya, ia berjualan di kawasan Jalan Joyoboyo dan kini bersyukur dapat bergabung di Sentra Kuliner Pasar Banjaran.
Menurut Syafiardi, lokasi sentra kuliner dinilai cukup strategis karena berada di jalur pertemuan arus lalu lintas antara wilayah kota dan kabupaten. Kondisi tersebut diyakini dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Lokasinya strategis karena berada di persimpangan arus dari kabupaten dan kota. Mudah-mudahan bisa ramai,” ujarnya.
Meski masih memerlukan penyesuaian, terutama terkait keterbatasan tempat dan sarana berjualan, Syafiardi menilai relokasi ini membuat aktivitas berdagang menjadi lebih tertata. Ia berharap keberadaan Sentra Kuliner Pasar Banjaran mampu memberikan peluang usaha yang lebih baik dan berkelanjutan ke depannya.
Melalui pengembangan sentra kuliner ini, Pemerintah Kota Kediri berharap Pasar Banjaran tidak hanya menjadi pusat transaksi kebutuhan harian, tetapi juga tumbuh sebagai tujuan wisata kuliner baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran kota.









