KEDIRI — Suasana religius menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Salaf Terpadu (PPST) Ar-Risalah Lirboyo, Sabtu (17/1), saat ratusan santri dan jamaah mengikuti peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Gema salawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalir khidmat, mengajak seluruh hadirin merenungi makna perjalanan agung Rasulullah.
Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini dikemas dalam rangkaian kegiatan spiritual yang sarat nilai reflektif. Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan dalam empat bahasa—Arab, Inggris, Mandarin, dan Jepang. Penampilan tersebut menjadi simbol universalitas pesan Al-Qur’an yang melintasi batas bahasa dan budaya, sekaligus mencerminkan kemampuan santri Ar-Risalah dalam penguasaan bahasa asing.
Momentum keagamaan tersebut turut dihadiri Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar sejarah spiritual, melainkan mengandung pesan mendalam bagi kehidupan umat Islam. Perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter pribadi dan sosial.
Menurut Vinanda, salat mengajarkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, kesabaran, serta akhlak mulia yang sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab. Nilai-nilai tersebut relevan untuk menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah arus globalisasi dan derasnya perkembangan informasi.
Ia juga menyoroti peran strategis pesantren dalam menjaga ketahanan moral generasi muda. Pesantren, kata Vinanda, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai benteng nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Pesantren adalah pilar sosial yang sangat penting bagi bangsa,” ujarnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang diterapkan PPST Ar-Risalah Lirboyo. Pengasuh PPST Ar-Risalah, Dr. Hj. Umi Aina ‘Ainaul Mardliyah Anwar Manshur, S.H.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa pesantren yang berdiri sejak 1995 itu terus mengembangkan pendidikan yang memadukan nilai keislaman dengan kompetensi global.
Santri Ar-Risalah tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan bahasa asing seperti Arab, Inggris, Mandarin, dan Jepang. Bekal tersebut diharapkan mampu membuka peluang santri untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Sejak berdiri pada 1995, kami berkomitmen membina generasi yang berilmu dan berakhlak. Selain pendidikan agama, santri juga kami siapkan dengan kemampuan bahasa asing agar siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Hasil pembinaan tersebut tercermin dari kiprah para alumni yang telah berkontribusi di berbagai bidang strategis. Sejumlah alumni mengabdi di institusi kepolisian, menjadi tenaga medis di rumah sakit, hingga melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Tiongkok, dan Yaman.
Selain prestasi akademik, PPST Ar-Risalah juga menorehkan capaian membanggakan di bidang tahfidz Al-Qur’an. Banyak santri berhasil menghafal 30 juz dan memperoleh sertifikat resmi. Umi Aina berharap capaian tersebut menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi keluarga besar pesantren.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan seni religi dari santri. Grup Clavinova Ar-Risalah menyuguhkan musik islami yang berpadu dengan lantunan nasyid, menambah kekhidmatan suasana.
Peringatan Isra’ Mi’raj ditutup dengan mauidhoh hasanah oleh Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat salat dan memperbaiki akhlak sebagai wujud meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.









