foto : Neha Hasna Maknuna

Dalam Jantung yang Sehat Tidak Ada Kebencian, Pesan Gus Qowim Hadiri Halal Bihalal Yayasan Jantung Sehat

KEDIRI – Yayasan Jantung Sehat Cabang Kota Kediri menggelar Halal Bihalal di Halaman SD Islam Al Huda 2, Sabtu (26/04). Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, KH. Muhammad Qowimuddin Thoha, perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) dan anggota senam.

Dalam sambutannya, Gus Qowim sapaan akrab wakil wali kota mengingatkan pentingnya menjaga hati yang bersih dari kebencian. Bahwa kebencian yang tersimpan dalam hati dapat merusak ketenangan jiwa dan berujung pada masalah kesehatan.

“Tidak ada tempat untuk kebencian dalam hati kita. Jika ada satu nama yang kita benci, itu akan mengganggu ketenangan dan kesehatan kita,” ungkap Gus Qowim.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa silaturahmi melalui Halal Bihalal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana untuk memperbaiki karakter diri.

“Halal Bihalal ini adalah momen untuk kita berani meminta maaf dan juga memaafkan. Memaafkan kesalahan orang lain adalah tindakan yang membutuhkan kekuatan besar, kekuatan untuk menghilangkan ego dan sakit hati,” tambahnya.

Menurut Wawali, dengan menjaga ketenangan hati adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama jantung. Beliau juga berpesan, terkait pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama. tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota komunitas, serta mengingatkan bahwa kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesehatan jiwa yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Seperti moto yayasan jantung untuk mendapatkan kedamaian, ketenteraman, dan kesehatan dengan saling memaafkan, menghapus benci kepada orang lain maka akan sehat tubuh dan kuat. Marahnya hati itu sumber penyakit. Maka dengan ketentraman hati menjadikan tubuh dan jantung sehat,” terangnya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar semua anggota komunitas dapat senantiasa menjaga hubungan baik, menjaga hati, dan mencapai kesehatan yang optimal baik secara jasmani maupun rohani.

Jurnalis : Neha Hasna Maknuna