KEDIRI – Aksi nyata solidaritas ditunjukkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri terhadap para korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Petungroto, Kecamatan Mojo. Pada Kamis (22/5), tim dari Korps Adhyaksa ini, turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pokok kepada warga yang terdampak.
Kepala Kejari Kabupaten Kediri, Pradhana Probo Setyarjo, melalui Kasi Intelijen Iwan Nuzuardhi, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial lembaga penegak hukum terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.
“Bencana ini menyisakan luka mendalam bagi warga, dan sebagai bagian dari masyarakat, kami hadir untuk membantu. Bantuan ini bukan hanya soal sembako, tapi juga simbol bahwa warga tidak sendirian menghadapi situasi sulit ini,” ungkap Iwan saat menyerahkan bantuan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
-
60 sak beras
-
250 kilogram gula pasir
-
14 dus mi instan
-
Lebih dari 40 kilogram telur ayam
30 Rumah Terdampak, 3 Rusak Berat – Pemerintah Bergerak Cepat
Camat Mojo, Moh. Nurul Hasan, mengungkapkan bahwa pemerintah setempat telah melakukan pendataan rumah terdampak dan bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti Dinas PUPR, Perkim, Dinas Sosial, dan BPBD. Total ada sekitar 30 rumah terdampak, dengan tiga rumah mengalami kerusakan berat.
“Selain renovasi rumah, kami juga menyiapkan skenario evakuasi apabila intensitas hujan kembali tinggi. Koordinasi dengan Perkim terus kami lakukan untuk merancang bantuan struktural,” jelasnya.
Kisah Korban: Saat Rumah Rubuh, Longsor Susulan Mengancam Nyawa
Di balik data dan angka, tragedi ini menyimpan kisah dramatis. Salah satunya datang dari Janu, warga Desa Petungroto yang menjadi korban langsung. Ia nyaris kehilangan nyawa saat berusaha menyelamatkan rumahnya dari genangan air. Saat mencoba membuat saluran air di sekitar rumah ibunya yang sudah roboh, longsor susulan datang menghantamnya.
“Saya hanya berusaha supaya rumah saya tidak ikut roboh, tapi tiba-tiba tanah dari atas longsor lagi. Saya sempat pingsan tertimpa material,” tutur Janu dengan nada penuh trauma.
Bantuan Lanjutan Masih Ditunggu, Relokasi Jadi Opsi
Saat ini, pemerintah desa dan kecamatan masih menunggu proses penyaluran bantuan tahap selanjutnya. Relokasi maupun renovasi rumah menjadi dua opsi yang tengah dibahas untuk menjamin keselamatan warga ke depannya, mengingat potensi longsor susulan masih mengancam di tengah musim hujan yang belum reda.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesigapan, sinergi lintas instansi, serta peran aktif semua elemen masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Bantuan yang telah disalurkan adalah awal, tapi langkah pemulihan dan mitigasi jangka panjang tetap harus menjadi fokus utama.
Bagikan Berita :








