Pembicara utama Kacabdin Pendidikan Jatim wilayah Kediri, Adi Prayitno (Sigit Cahya Setyawan)

Bertema Tantangan dan Harapan Kewirausahaan Seiring Beroperasinya Bandara Dhoho, Digelar Dunia Pendidikan Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Menyambut beroperasinya Bandara Dhoho Kediri, Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Kediri bersama SMA 5 Taruna Brawijaya Kediri. Pada Senin (10/06), menggelar diskusi bertema ‘Tantangan dan Harapan Kewirausahaan Pembangunan Bandara’.

Acara ini sebagai salah satu implementasi Kurikulum Merdeka  Belajar dalam penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).  Menghadirkan lima narasumber, Pj. Wali Kota Kediri Dr. Ir. Zanariah M.Si., Kepala Bapenda Kabupaten Kediri Eko Setiyono, I Nyoman Noer Rohim selaku General Manager Bandara Dhoho Kediri, Anang Zunaidi dan Setyo Hadi mewakili KADIN Kabupaten dan Kota Kediri

Adapun sebagai peserta selain siswa SMA 5 Taruna selaku tuan rumah. Juga perwakilan siswa SMA dan SMK di Kediri. Adapun sebagai pembicara utama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kediri, H. Adi Prayitno.

“Tantangan ke depan bagi masyarakat khususnya SMA/SMK menerima itu sebagai sesuatu yang konstruktif berfikir secara global. Belajar harus komprehensif. Jika ingin sukses maka pelajari yang tidak sukses dan yang sukses dipelajari. Agar kita tahu mengapa tidak sukses,” ujarnya.

Diantara para panelis, PJ Wali Kota menyampaikan pesan, agar para pelajar harus segera memikirkan langkah masa depan setelah lulus sekolah.

“Sejak muda manfaatkan waktu kenali potensi diri, tidak perlu malu pilihannya apa. Selain itu mengasah keterampilan, mengikuti komunitas, mengumpulkan berbagai pengalaman, perbanyak relasi, terus belajar dan berdoa,” ungkapnya.

Sementara itu Eko Agus Suwandi selaku Kepala SMA 5 Taruna Brawijaya dikonfirmasi disela acara menyampaikan. Bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan acara sebelumnya mengundang sejumlah pengusaha, untuk memberikan testimoni usai mengunjungi Bandara Dhoho.

“Habis ini anak-anak membuat bisnis plan membuat proposal pengembangan bisnis yang barang kali bisa dikembangkan menurut mereka sendiri. Kemudian dipresentasikan kepada guru dan akan dinilai tentang nalar kritis, kreatif, inovatif dan kepedulian sosialnya seperti apa,” terangnya.

Jurnalis : Sigit Cahya Setiawan
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :