Bentuk kepedulian Ketua Harian Relawan Suket Teki, Vinanda (istimewa)

Bentuk Kepedulian Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara, Kirimkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Bujel

Bagikan Berita :

KEDIRI – Dentuman suara atap rumah berserakan diantara derasnya air hujan, cukup membuat warga di lingkungan Wonosari Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto, cukup ketakutan. Demikian gambaran saat terjadi angin puting beliung pada Senin kemarin

Total ada 29 rumah warga rusak., diantaranya kerusakan pada atap rumah, genteng, sebagian tembok hancur dan satu buah warung ambruk akibat peristiwa itu.

Epri Jayanti, selaku Ketua RT 02 bercerita, bahwa peristiwa itu terjadi begitu cepat. Tiba-tiba saja, di tengah guyuran hujan deras angin kencang menyapu kawasan tersebut.

“Kejadiannya cepat sekali, angin langsung nyapu atap rumah warga. Ada yang luka ringan akibat tertimpa reruntuhan atap,” tutur Epri.

Epri menambahkan, warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali, terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya. Sedikitnya ada empat rumah yang mengalami kerusakan parah.

“Ya sementara mereka yang rumahnya rusak parah harus ngungsi ke tetangga. Itu warung juga roboh total kena angin,” imbuhnya.

Sementara itu, bencana angin kencang itu menarik simpati relawan kemanusiaan Suket Teki Nusantara. Dipimpin langsung Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara, Vinanda Prameswati, mereka langsung datang ke lokasi.

Mbak Vinanda demikian sapaan akrabnya melihat langsung, bagaimana kondisi rumah yang rusak dan berusaha meredam rasa trauma. Dia juga menyampaikan bantuan beruapa sembako, kepada para korban terdampak bencana ini.

“Saya bersama Relawan Suket Teki Nusantara yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ingin menyambung rasa dengan warga di Bujel, serta dengan solidaritas kami, kami ingin membantu meringankan beban dengan adanya bencana puting beliung ini,” mata Mbak Vinanda.

Mbak Vinanda memastikan tak ada unsur politik dalam aksinya ini. Suket Teki Nusantara sejak berdiri di tahun 2008 terus bergerak membantu masyarakat dengan semboyan khas mereka ‘Urip Sak Paran Paran Seduluran Sak Lawase’ yang artinya dapat hidup dimanapun, persaudaran dan kekeluargaan selamanya.

“Tidak ada (unsur politik). Ini yang selama ini kita lakukan sejak 2008,” tegas Vinanda.

Tadi pagi (12/11) para Relawan Suket Teki Nusantara bersama TNI dan Polri bergotong royong, membantu mengevakuasi reruntuhan atap bangunan yang roboh.

editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :