KEDIRI — Upaya mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil diwujudkan melalui penyerahan 200 becak listrik kepada para pengemudi lanjut usia di Kota Kediri, Rabu (25/2).
Kegiatan bertajuk “Becak on The Road” yang digelar di halaman Balai Kota Kediri tersebut menjadi bagian dari penguatan program Kediri City Tourism. Momentum ini juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Wali Kota Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Gus Qowim dalam mewujudkan visi Kota Kediri Mapan.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, S.I.P., menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyalurkan bantuan kepada para tukang becak yang telah memenuhi kriteria.
“Program ini diharapkan dapat meringankan beban para pengemudi sekaligus meningkatkan penghasilan mereka, karena kini bisa lebih bersaing dengan moda transportasi modern,” ujarnya.
Firman menjelaskan, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap para tukang becak lanjut usia yang masih harus mengayuh di tengah keterbatasan fisik. Kehadiran becak listrik dinilai menjadi solusi agar pekerjaan tetap produktif tanpa membebani kondisi tubuh.
“Selain ramah lingkungan, becak ini juga lebih ekonomis. Para penerima tidak perlu lagi menyewa atau menggunakan becak manual. Kami juga memberikan garansi selama satu tahun serta dukungan teknisi jika terjadi kendala,” tambahnya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa bantuan tersebut menyasar masyarakat desil 1 hingga 5 dengan rata-rata usia di atas 55 tahun. Bahkan, beberapa penerima tercatat berusia antara 80 hingga 93 tahun.
Menurutnya, kehadiran becak listrik tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi, tetapi juga memperkuat citra Kota Kediri sebagai kota dengan transportasi ramah lingkungan.
“Terkait fasilitas pengisian daya, pemerintah akan berkolaborasi dengan PLN untuk menentukan beberapa titik lokasi pengisian agar memudahkan para penerima,” jelasnya.
Sosok Dibalik Becak Listrik

Di balik terealisasinya program ini, terdapat peran Ketua DPC Partai Gerindra, Katino. Ia mengungkapkan bahwa usulan bantuan becak listrik tersebut telah diajukan sebelumnya hingga akhirnya dapat diwujudkan. Katino memastikan seluruh penerima telah melalui proses verifikasi dan benar-benar berprofesi sebagai tukang becak.
Untuk tahap berikutnya, pihaknya masih menunggu proses produksi di PT Pindad yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pengadaan becak listrik tersebut menggunakan dana pribadi Prabowo yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.
“Sebelum dibagikan, para penerima telah mendapatkan pelatihan terkait penggunaan, pengisian daya, serta perawatan. Prioritas diberikan kepada tukang becak lansia agar tidak perlu lagi mengayuh secara manual. Yang beli becak ini semua pakai uang pribadi Bapak Prabowo,” tegasnya.
Program ini pun disambut haru oleh para penerima manfaat. Pujo (76), warga Grogol, Singonegaran, yang telah menarik becak sejak 1974 dan biasa mangkal di depan RS Gambiran II, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang lebih ringan. Tinggal belajar cara mengecas dan merawatnya,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Dengan hadirnya 200 becak listrik ini, Kota Kediri tidak hanya memberi harapan baru bagi para tukang becak lansia, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendorong transportasi yang lebih modern, manusiawi, dan ramah lingkungan.









