Camat Mojoroto Abdul Rahman saat hadiri Musrenbangkel Lirboyo (Nanang Priyo Basuki)

Camat Mojoroto Tegaskan PMT Posyandu Tak Boleh Dipotong, Jam Layanan Puskesmas Diperpanjang saat Hadiri Musrenbangkel Lirboyo

Bagikan Berita :

KEDIRI – Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH, M.Si menegaskan dua agenda penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Tingkat Kelurahan (Musrenbangkel) yang digelar di Aula Kelurahan Lirboyo, Rabu (28/01). Penegasan tersebut disampaikan di hadapan para Ketua RT dan RW, kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, LPMK, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Agenda pertama menyangkut pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di seluruh Posyandu yang ada di wilayah Kelurahan Lirboyo. Camat Abdul Rahman menekankan bahwa PMT harus menjadi prioritas utama, dengan alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per paket.

PMT tersebut diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sementara itu, kelompok lanjut usia tetap dapat memanfaatkan layanan kesehatan Posyandu, meski tidak termasuk sebagai penerima utama PMT.

“Setiap paket PMT bernilai Rp15 ribu. Anggaran ini tidak boleh dipotong atau disalahgunakan. Harus diterima secara utuh dan tepat sasaran,” tegas Abdul Rahman.

Selain PMT, camat juga menyampaikan kebijakan penting lain terkait penyesuaian jam operasional Puskesmas se-Kota Kediri, yang merupakan kebijakan langsung dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 18 Desember 2025.

Dalam kebijakan baru itu, jam layanan Puskesmas pada Senin hingga Kamis ditetapkan mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB, sedangkan pada Jumat dan Sabtu beroperasi pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Penyesuaian ini dilakukan untuk memperpanjang waktu layanan yang sebelumnya berakhir lebih cepat, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

“Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyampaikan bahwa seluruh program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menekan angka gizi buruk dan stunting. Ia pun meminta dukungan penuh dari para Ketua RT dan RW agar program prioritas tersebut dapat berjalan optimal.

Menurutnya, PMT merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus. Dengan pemenuhan gizi yang baik bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, diharapkan kasus stunting dan gizi buruk dapat ditekan secara signifikan, didukung pula oleh pelayanan medis yang optimal di Puskesmas.

“PMT adalah program prioritas Pemkot Kediri. Ini menyangkut kualitas generasi masa depan. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar diawasi bersama,” jelasnya.

Menutup kegiatan Musrenbang yang juga diisi sesi tanya jawab, Camat Mojoroto menegaskan keterbukaannya terhadap laporan masyarakat. Ia meminta warga Kelurahan Lirboyo tidak ragu melapor apabila menemukan kendala atau penyimpangan, baik dalam pelaksanaan PMT maupun pelayanan Puskesmas.

“Silakan lapor langsung kepada saya. Saya bertanggung jawab penuh di wilayah ini. Setiap aduan akan saya tindaklanjuti,” tegasnya.(NPB)

Bagikan Berita :