KEDIRI — Zakat kini tidak lagi diposisikan semata sebagai bantuan sosial, tetapi diarahkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Komitmen tersebut diwujudkan BAZNAS melalui peluncuran Program Z-Mart di Kota Kediri, Rabu (7/1). Peluncuran digelar di toko milik Wanti, Kelurahan Rejomulyo, sebagai salah satu penerima manfaat program.
Program Z-Mart merupakan bagian dari ikhtiar nasional BAZNAS untuk mendorong mustahik agar tidak berhenti sebagai penerima zakat, melainkan mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif melalui pengelolaan zakat secara berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menjelaskan bahwa Z-Mart dirancang sebagai program strategis di tengah tantangan kemiskinan yang masih dihadapi Indonesia. Menurutnya, Z-Mart bukan sekadar pemberian modal usaha, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan perubahan kehidupan mustahik secara menyeluruh.
“Z-Mart bukan tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga, pendidikan anak-anak, serta membuka masa depan yang lebih baik bagi mustahik,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.S., menilai zakat memiliki peran penting di tengah tekanan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Ia menekankan bahwa zakat harus hadir sebagai penguat harapan dan ketahanan hidup, dikelola secara amanah oleh lembaga resmi.
“Di saat mencari pekerjaan semakin sulit, zakat harus menjadi jalan keberkahan, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga ketenangan hidup dan akhirat,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut Program Z-Mart sebagai instrumen strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat produktif.
“Program Z-Mart ini luar biasa karena tidak hanya mengentaskan kemiskinan, tetapi mendorong mustahik naik kelas hingga menjadi muzakki. Inilah bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bantuan modal yang disertai pelatihan dan pendampingan membuka peluang besar bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, produk yang dipasarkan melalui Z-Mart juga tidak dibatasi, sehingga potensi lokal seperti batik dan industri tahu khas Kediri dapat ikut dipromosikan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Kediri, Dawud Syamsuri, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Z-Mart di tingkat daerah dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara nyata dan terukur.
“Program Z-Mart diharapkan mampu mempercepat pembangunan di Kota Kediri, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik agar bertransformasi menjadi masyarakat yang produktif,” katanya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para penerima. Wanti, pemilik toko di Kelurahan Rejomulyo, mengaku usahanya kini berkembang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Manfaatnya sangat terasa. Barang dagangan jadi lebih lengkap dan belanja lebih mudah karena cukup lewat aplikasi. Sekarang toko saya bisa menyediakan lebih banyak kebutuhan dan pembeli juga semakin ramai,” tuturnya.
Ia menambahkan, total bantuan yang diterimanya mencapai Rp8 juta, terdiri dari voucher belanja dan perlengkapan toko. Seluruh proses belanja dilakukan melalui aplikasi Aksesmu menggunakan ponsel, dengan sistem pengiriman langsung ke toko. Selain praktis, harga barang dinilai lebih terjangkau dan didukung berbagai promo.
Melalui peluncuran Program Z-Mart ini, BAZNAS bersama Pemerintah Kota Kediri berharap zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.









