KEDIRI – Upaya memperkuat peran guru dalam menjaga kesehatan mental siswa terus digaungkan. Komitmen tersebut tercermin dalam Seminar Smart Psikotest bertajuk “Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas: Guru Garda Terdepan Kesehatan Mental Siswa” yang digelar Selasa (16/12) di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-150 RSUD Gambiran.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) memegang peranan strategis dalam dunia pendidikan. Bukan sekadar pendamping bagi siswa yang tampak bermasalah, guru BK adalah penjaga senyap kesehatan mental anak-anak sekolah. Mereka hadir untuk menggali potensi, menumbuhkan minat dan bakat, sekaligus menjadi pelindung dari luka psikologis yang kerap tak terlihat.
Di tengah meningkatnya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah—yang sering kali berlangsung tanpa tanda kasat mata—pendampingan yang tepat dinilai menjadi kunci pencegahan dampak jangka panjang.
“Generasi yang sehat secara mental adalah fondasi menuju Indonesia Emas. Dan fondasi itu kita bangun mulai dari Kota Kediri,” ujar Vinanda Prameswati.
Semangat tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan dalam seminar. Hadir sebagai narasumber, Psikolog RSUD Gambiran Kota Kediri, Kristika Sadtyaruni, S.Psi., M.Psi., yang menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan sekolah yang menjadi ruang tumbuh utama anak-anak.
Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Aditya Bagus Djatmiko, M.Kes., menambahkan bahwa peran rumah sakit tidak semata-mata berfokus pada pengobatan. Menurutnya, edukasi dan pencegahan adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan yang ideal, termasuk melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
“Rumah sakit tidak hanya hadir untuk menyembuhkan, tetapi juga bertanggung jawab mencegah. Seminar kesehatan mental dan layanan Smart Psikotest ini menjadi bagian dari upaya edukatif tersebut,” jelas dr. Aditya.
Melalui layanan Smart Psikotest, RSUD Gambiran berupaya membantu guru BK memetakan karakter dan kondisi mental siswa sejak dini. Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar bagi pendekatan pendampingan yang lebih tepat sasaran, sehingga potensi masalah seperti perundungan maupun gangguan belajar dapat dicegah sebelum berkembang lebih jauh.
“Dengan pemetaan karakter sejak awal, guru BK dapat melakukan pendekatan yang lebih tepat sebelum masalah muncul dan berdampak luas,” tambahnya.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan sekitar 30 SMP, SMA, dan SMK se-Kota Kediri. Guru BK menjadi sasaran utama kegiatan ini, mengingat perannya sebagai ujung tombak pendampingan kesehatan mental siswa. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan layanan kesehatan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tangguh secara mental dan siap menyongsong Indonesia Emas.
Bagikan Berita :








