KEDIRI – Aksi nyata solidaritas ditunjukkan oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kediri saat mereka turun langsung menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Mojo, Kamis (22/05). Dipimpin Ketua Harian PPDI, Hari Puryono, aksi kemanusiaan ini lahir dari inisiatif bersama para perangkat desa yang tergabung dalam organisasi tersebut.
“Begitu kejadian banjir terjadi di Mojo, kami langsung share di grup PPDI kabupaten agar teman-teman bisa ikut peduli. Responnya luar biasa, banyak yang langsung ikut mengirim bantuan,” ujar Hari Puryono.
Sejak pukul 09.30 pagi, rombongan PPDI memulai distribusi bantuan ke empat desa terdampak: Petungroto, Pamongan, Ngetrep, dan Blimbing. Di setiap desa, mereka menyerahkan bantuan dana tunai langsung kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir.
Di Desa Petungroto, PPDI memberikan bantuan Rp3 juta untuk tiga rumah rusak berat dan Rp2,7 juta bagi sembilan rumah yang mengalami kerusakan ringan. Di Pamongan, Rp3 juta disalurkan untuk sepuluh rumah yang juga mengalami kerusakan ringan.
Lalu di Desa Ngetrep, empat rumah terdampak mendapat bantuan masing-masing Rp300 ribu, total Rp1,2 juta. Sementara itu, di Desa Blimbing, dua rumah rusak berat menerima total Rp2 juta dan tiga rumah terdampak ringan menerima Rp900 ribu.
“Yang terpenting bukan nominal bantuannya, tapi kehadiran dan kepedulian kita sebagai sesama manusia,” kata Hari dengan tegas.
Murni Uang Pribadi

Ia menekankan bahwa dana bantuan berasal murni dari donasi sukarela para perangkat desa, baik secara pribadi maupun kolektif. Tidak ada dana dari institusi pemerintahan desa (Pemdes), melainkan dari individu yang tergabung dalam PPDI.
“Ini bukan dana pemdes. Teman-teman menyumbang secara pribadi, atau kadang menyebutnya atas nama pemdes karena semuanya perangkat di desa itu ikut patungan. Tapi tetap, bukan dana institusi,” jelasnya.
Langkah cepat ini berawal dari diskusi intens di grup internal PPDI. Dalam semangat gotong royong, para pengurus kabupaten bersama perwakilan kecamatan langsung menyusun strategi dan bergerak ke lokasi untuk memberikan bantuan secara langsung.
“Alhamdulillah, antusiasme luar biasa. Para perangkat kompak, dan ketika kami datang ke rumah-rumah korban, mereka sangat bersyukur dan merasa tidak sendiri,” tutup Hari.
Aksi ini menjadi bukti bahwa PPDI bukan hanya wadah organisasi, tapi juga garda depan kemanusiaan. Dalam duka bencana, semangat kebersamaan dan kepedulian antar perangkat desa kembali menunjukkan sinarnya.
jurnalis : Rohmat Irvan AfandiBagikan Berita :









