KEDIRI – Bahwa mencari ikan masih menjadi pekerjaan rutin masih dilakukan sejumlah orang untuk menafkahi keluarganya. Selain kendala banjir, hingga saat ini menjadi kendala utama terkait sulitnya mendapatkan hasil tangkapan. Keberadaan sejumlah orang membawa peralat kelistrikan, mencari ikan dengan cara menyetrum.
Padahal, dari pengakuan sejumlah pencari ikan di Kawasan Bendungan Gerak Waruturi Gampengrejo. Selain mencari ikan, mereka juga rutin menebarkan benih ikan agar kelak mendapatkan hasil panenan. Zakaria, salah satu warga setempat berharap habitat ikan di Sungai Brantas mampu terjaga dengan baik.
“Faktornya itu penyetruman. Itu ada aksi orang yang bukan dari daerah Kediri, mayoritas dari daerah lain. Bibit-bibit ikan kecil rata-rata turut mati. Mereka mencari ikan dengan cara menyetrum dan biasanya dilakukan malam hingga dini hari,” tuturnya, kemarin disela-sela mencari ikan di tepi bendungan.
Terkait masalah ini, Agus Harianto selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Dusun Grompol Desa Ngebrak Gampengrejo menjelaskan. Bahwa sejak tahun 2014 sebenarnya telah diterapkan aturan pelarangan menggunakan alat setrum, obat, dan bom dalam penangkapan ikan.
“Dari pihak pemerintah sebenarnya juga sudah memasang papan pengumuman, berisi larangan. Selain itu, kami juga rutin menabur benih ikan di sungai, agar habitatnya terjaga,” jelasnya.
Menurutnya saat musim penghujan, justru mudah untuk mendapatkan ikan.
“Hari-hari ini sebenarnya mulai mudah mencari ikan, karena air agak keruh dan posisi air tinggi. Maka banyak ikan kelaur dari persembunyian, keluar cari makan,” katanya.
Jurnalis : Rohmat Irvan AfandiBagikan Berita :









