KEDIRI – Upacara Manusuk Sima memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke 1145. Bertema Merajut Asa Dalam Keharmonian Satu Tekad Kota Kediri Menuju Globalisasi. Bertempat di Halaman Balai Kota Kediri, Sabtu (27/07).
“Kita berharap momen hari jadi semakin menyatukan keberagaman budaya dan tradisi Kota Kediri dalam paduan yang harmonis dengan begitu kebhinekaan yang ada bisa memperkuat potensi Kota Kediri menembuskan kancah internasional,” tutur Zanariah PJ Walikota Kediri.
Ini merupakan tahun kedua Manusuk Sima digelar di balai kota setelah sebelumnya diadakan di lingkungan Tirtayasa. Akan tetapi Zanariah berharap, hal tersebut tidak mengurangi esensi tradisi dan sejarah.
“Kota Kediri sejak zaman dahulu merupakan daerah pertanian dan pusat keramaian salah satu buktinya adalah pernah adanya dermaga pelabuhan di kawasan sungai Brantas,” tambahnya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa sekarang ini Kota Kediri berkembang menjadi kota pendidikan, perdagangan dan jasa ditambah lagi dengan hadirnya Bandara Internasional Dhoho.
Selain itu, Pemerintah Kota Kediri tunjukkan potensi generasi muda. Mulai dari penari, pemain karawitan hingga pembawa acara bahasa jawa merupakan anak muda. Salah satunya Hendra Dwi Saputra merupakan pembawa acara perhelatan manusuk sima.
“Hari ini menjadi master of ceremony perhelatan ulang tahun kota Kediri persiapannya sekitar satu minggu saya mempelajari susunan rangkaian acara dan adat proses, ini merupakan kali pertama,” tutur Hendra.
Hendra merupakan warga Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto, dari kecil menggemari budaya Jawa terutama sastra dan bahasa. Ia juga merupakan mahasiswa sastra Jawa di UNS Surakarta.
“Harapannya semoga Kediri semakin maju dan juga tentu budayanya berkembang lalu pesan untuk anak muda jangan malu-malu untuk melestarikan budaya,” kata pria berusia 22 tahun tersebut.
Jurnalis : Kintan Kinari Astuti Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









