KEDIRI – Menyatukan kembali dua daerah, demikian pesan tersirat disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Saat meresmikan Jembatan Jongbiru sejak tahun 2017 terputus karena erupsi Gunung Kelud. Sebenarnya, jembatan juga pernah dilakukan perbaikan namun kerusakannya justru semakin parah.
Layaknya kepala dua daerah tersebut, sejak kakinya melangkah di atas jembatan di sisi kanan Sungai Brantas hingga sisi kiri. Ratusan warga termasuk anak-anak menyambutnya sambil mengabadikan dengan telepon genggam masing-masing.
“Mungkin ini akan jadi karya terakhir bagi saya dalam pembangunan Kabupaten Kediri di periode pertama. Sebelum saya akan maju kembali sebagai Bupati Kediri,” ungkap Mas Dhito sapaan akrabnya, Jumat (26/07).
Mengenang Masa Lalu

Dia pun meminta jembatan ini dirawat dengan baik dan dijaga kebersihannya. Bupati pun mengenang masa lalu, saat masih kecil kerap diajak kedua orangtuanya makan nasi tumpang.
“Dulu dikenal dengan nama Warung Biru, nasi tumpangnya sangat enak. Saya berharap kawasan ini kembali bangkit roda ekonominya termasuk warung-warung kuliner. Kemarin saya terlanjur janji membeli semua dagangan nasi pecel tumpang, namun sebelum saya datang ternyata sudah habis semuanya,” jelasnya.
Selain doa bersama, saat peresmian Bupati Kediri sengaja memborong semua dagangan di warung nasi untuk dibagikan gratis kepada semua warga yang hadir. Ada satu hal bakal jadi suguhan pengguna jalan yang melintas, pada jam tertentu akan disuguhi permainan lampu hias.
editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









