KEDIRI – Sejumlah warga menyampaikan kebahagiaannya dengan digelarnya Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) digelar Pemerintah Kabupaten Kediri. Tujuannya, disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat menghadiri pelatihan ini, kemarin. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing.
Ditegaskan Mas Dhito, bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melatih hampir 400 orang dalam berbagai bidang, seperti tata boga, las, teknisi AC, barista, menjahit, konten kreator, dan lain-lain.
“Kami berharap setelah pelatihan, para peserta tidak hanya menganggur. Oleh karena itu, kami akan memantau mereka secara terus setelah pelatihan ini, untuk memastikan ilmu yang mereka dapatkan tetap digunakan. Bahkan, kami tidak ragu untuk memberikan alat agar mereka bisa terus melanjutkan pekerjaan setelah pelatihan,” ungkap Bupati Kediri..
Atas digelarnya program ini, mereka pun menyampaikan harapannya langsung kepada Mas Dhito sapaan akrab bupati. Seperti biasa disela acara, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini selalu membagikan hadiah kepada undangan yang hadir. Kali ini berupa laptop dan bantuan untuk modal usaha.
Disela acara ini Dwi, instruktur Bahasa Jepang yang pernah bekerja di Jepang selama tiga setengah tahun mengatakan. Bahwa pelatihan ini membantu peserta memahami apa yang harus dipelajari terlebih dahulu dalam bahasa Jepang.
Dwi juga mengungkapkan kebanggaannya karena telah membuka kursus bahasa Jepang selama satu tahun tiga bulan dengan tiga puluh murid di Kediri.
Kemudian Titi warga Desa Kayen Kidul, merupakan seorang ibu rumah tangga dengan usaha sampingan di bidang catering. Merasakan manfaat besar dari pelatihan ini.
“Alhamdulillah, dengan adanya PBK ini, saya bisa menambah ilmu seperti membuat kue, yang berguna juga bagi ibu-ibu yang suka berkumpul agar punya penghasilan melalui pelatihan ini,” kata Titi.
Usaha kateringnya, ‘Ayam Panggang Buto’, yang menggunakan cara tradisional memanggang ayam dengan arang, kini semakin berkembang.
Bian dari Kecamatan Gurah, yang mengambil PBK metodologi dan berprofesi sebagai tukang pijat sejak tahun 2013, menekankan pentingnya memiliki keterampilan memijat dalam keluarga.
Sementara itu, perwakilan teman-teman disabilitas menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Kediri atas kesempatan yang diberikan melalui PBK. “Kami tidak ingin dikasihani, hanya ingin diperlakukan sama,” ujarnya.
Oktavian, yang sebelumnya aktif di kesenian karawitan, mengikuti pelatihan barista dan merasa bersyukur karena pada bulan Agustus mendatang ia akan kuliah di ISI Surakarta dengan jurusan Karawitan.
“Jiwa seni saya sudah tumbuh sejak kecil, dan saya berharap bisa mengembangkan keterampilan saya lebih lanjut,” ujarnya.
Hanindhito menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan ilmu dan alat yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi para peserta. Bahwa ini untuk semua elemen masyarakat yang memiliki keinginan dan tidak dibeda-bedakan.
jurnalis : Faustav Imaniarta Wijaya Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









