11 Dawuh Gus Lik dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2022

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bertempat di GOR Joyoboyo Kota Kediri, PCNU Kota Kediri menggelar doa bersama, Kamis (27/10). Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2022 dan jelang Satu Abad NU. Hadir dalam acara ini, para ulama, KH. Douglas Thoha Yahya akrab disapa Gus Lik serta perwakilan Forkopimda Kota Kediri.

Dalam sambutannya KH. Abu Bakar Abdul Jalil menyampaikan kebanggaannya kepada para santri. Giat mencari ilmu mempersiapkan masa depan, agar mampu berpartisipasi di setiap pembangunan.

Gus Ab demikian akrab disapa, menginggatkan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama. Untuk aktif dalam menjaga kedamaian serta persaudaraan antar sesama.

Dawuh Gus Lik

Pada kesempatan ini, Gus Lik memberikan dawuh 11 amanat kepada jamaah pengajian yang hadir. Diantaranya ;

1. Pelajar-pelajar Indonesia, pada 28 Oktober 1928 melakukan Sumpah Pemuda menuju kemerdekaan, maka kita doakan orang-orang yang berjasa bagi negeri karena kita hanya pemakan jasa
2. Presiden Soekarno utusan seseorang pada Mbah Hasyim Ashari sehubungan kondisi setelah kemerdekaan. Dimana Belanda membonceng tentara Sekutu ingin kembali menjajah Indonesia
3. Maka diputuskan oleh Mbah Hasyim kewajiban resolusi jihad, wajib mempertahankan negara yang berada pada radius 94 km dari musuh dengan dawuhnya hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman berupa nasionalis religius yang diakui oleh Presiden Jokowi sebagai Hari Santri
4. Kita berkewajiban menjaga kesepakatan nasional bahwa negara kita berbentuk Negata Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika
5. Kita juga berkewajiban membangun negara yang dituntut menguasai saint dan teknologi karena musuh kita sekarang tidak kelihatan
6. Dikhawatirkan dengan kemajuan saint dan teknologi dapat menggeser keyakinan
7. Yang terpenting sekarang adalah nyaman hubungan dengan Allah, tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang sifatnya sepele
8. Perkara yang baik hanya 2, iman yang kuat dan bermanfaat bagi sesama
9. Inti mengaji malam ini, pentingnya menjaga nasionalis religius, menjaga kesepakatan nasional dan belajar dan menguasai ilmu dan teknologi
10. Orang kalau sudah memegang hp kadang lupa segalanya. Maka harus selalu ingat mati itu menurut adat kebiasaan
11. Kita akan pulang, bukan penghuni asli bumi, menuju Allah maka kita harus isti’dat, menyiapkan bekal yang bermanfaat contohnya sedekah jariyah untuk pembelian tanah untuk NU

editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :